Dinilai Rusak Lingkungan, Warga Talkondo Ramai-Ramai Tolak Penambangan Menggunakan Alat Berat
Sosial

Dinilai Rusak Lingkungan, Warga Talkondo Ramai-Ramai Tolak Penambangan Menggunakan Alat Berat

Srandakan,(bantul.sorot.co)--Warga Padukuhan Talkondo, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, menolak rencana penambagan pasir di Sungai Progo wilayah padukuhan setempat oleh perusahaan tambang berskala cukup besar.

Warga yang tergabung dalam Paguyuban Penambang Pasir Talkondo menolak dengan alasan penambangan tersebut akan menggunakan alat berat dalam aktivitas penambangannya. Mereka menganggap penggunaan Excavator ataupun Backhoe dalam penambangan pasir di Sungai Progo akan menimbulkan kerusakan di lingkungan sekitar.

Kami penambang manual sudah sepakat untuk menolak adanya penambangan menggunakan backhoe karena itu merugikan warga. Nanti, sawah yang berada di dekat lokasi tambang pasti akan terkikis air sungai dan merugikan pemilik lahan,” ujar salah satu penambang tradisonal Sunardi, ditemui Selasa (16/5/2017) siang.

Ia mengatakan, penolakan terhadap rencana penambangan pasir oleh perusahaan tersebut sudah disepakati oleh seluruh penambang manual. Jumlah penambang manual di wilayah Padukuhan Talkono sendiri mencapai sekitar 100 orang penambang. Hampir semua penambang manual tersebut menggantungkan nafkah hidupnya dari kegiatan menambang pasir di Sungai Progo. 

Kalau nanti benar dilakukan penambangan menggunakan backhoe, maka nasib penambang manual akan tersingkir. Sedangkan mata pencaharian pokok warga sini ya berasal dari menambang pasir itu,” tuturnya.

Sementara itu, Dukuh Talkondo, Surono mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan sosialisasi dari pihak perusahaan tambang tersebut. Menurutnya, semua yang sudah disampaikan oleh pihak penambang sudah disosialisasikan ke warga, namun warga tetap menyatakan penolakannya.

Sebelumnya, menurut Surono, warga sempat menyetujui rencana penambangan pasir tersebut, tetapi dengan metode menggunakan mesin penyedot pasir. Namun, setelah mengetahui penambangan tersebut menggunakan alat berat, maka warga langsung menyatakan penolakannya.

Kami dulu setuju dengan penambangan itu, tetapi sepengetahuan kami itu menggunakan mesin penyedot, bukan menggunakan backhoe,” katanya.