Corona Belum Usai, Sekolah Diminta Tak Memaksakan Menggelar PTM Penuh
Pendidikan

Corona Belum Usai, Sekolah Diminta Tak Memaksakan Menggelar PTM Penuh

Bantul, (Bantul.sorot.co)--Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul, Isdarmoko meminta kepada pihak sekolah baik tingkat TK, SD hingga SMP agar tidak terburu-buru atau memaksakan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh atas 100 persen.

Dia menyebut kendati kasus transmisi Covid-19 di Bumi Projotamansari telah kondusif, namun potensi penyebaran Covid-19 masih bisa terjadi, terlebih muncul varian baru Omicron yang penyebaran cukup cepat.

"Jangan memaksakan seperti kondisi normal. Ini masih adaptasi kebiasaan baru. Covid-19 masih mengancam," ujarnya, Selasa (11/01/2022).

Isdarmoko mengatakan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tentang panduan penyelenggaraan pendidikan pembelajaran di masa pandemi tanun 2022, kabupaten atau kota yang berada di level 2 kini telah diperbolehkan menggelar PTM 100 persen. 

Namun demikian, katanya, ketentuan itu tidak kemudian serta merta dijadikan pegangan pihak sekolah untuk menyelenggarakan PTM penuh. PTM dilaksanakan harus tetap melihat situasi dan kondisi di masing-masing sekolah. Pasalnya tidak semua sekolah memiliki kesiapan yang sama dalam menggelar PTM.

"Sesuai dengan arahan bapak presiden dan juga bapak menteri ketika koordinasi, kondisi Bantul (terkait penyebaran Covid-19-red) memang sudah kondusif. Dan kita sudah mulai PTM 100 persen, tapi dengan catatan. Catatan apa, catatan tentu sesuai dengan situasi dan kondisi. Jadi tidak serta merta kemudian harus seperti dalam SKB itu. Artinya ketika ada sekolah yang belum bisa maksimal untuk 100 persen. Artinya masih safe masih kita izinkan," tandas Isdarmoko.