Kejari Izin Kejakgung Cabut Laporan Ibu Kepada Anak yang Nekat Jual Perabotan
Hukum & Kriminal

Kejari Izin Kejakgung Cabut Laporan Ibu Kepada Anak yang Nekat Jual Perabotan

Bantul, (bantul.sorot.co)--Seorang ibu Paliyem bersama seorang anak semata wayangnya Dwi Rahayu Saputro (24), warga Padukuhan Paten Kalurahan Srihardono Kapanewon Pundong mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, Senin (10/01/2022). Tujuan mereka mendatangi Kantor Kejari Bantul guna mencabut laporan perkara pencurian dalam rumah tangga, yang melibatkan anaknya tersebut.

Paliyem mengatakan kasus yang telah bergulir sampai Kejari ini akhirnya ia cabut karena Dwi merupakan anak satu-satunya, yang kelak menjadi sandarannya setelah tulang punggung keluarga yakni sang ayah, meninggal dunia setahun lalu.

Ia akhirnya memutuskan hal ini setelah sang anak mengakui semua perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut.

Disisi lain, Paliyem mengaku sangat bersyukur, perabotan yang telah dijual oleh anaknya, justru mendapat ganti dari uluran tangan banyak orang. Dia menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Bupati Bantul, Pemerintah Kalurahan Srihardono serta sejumlah pihak.

"Anak satu satunya kan ya. Nanti masa depannya bagaimana kalau nggak saya cabut. Dia juga nyadari kalau apa yang diperbuatnya itu salah. Dan sudah janji nggak akan ngiulangi lagi," ujarnya ditemui awak media di Kejari Bantul.

Sementara itu Dwi Rahayu Saputro mengaku tindakan yang mengancam bui dirinya paling lama 5 tahun itu, menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berarti dalam hidupnya. 

Dia yang sudah sempat meringkuk di hotel prodeo merasa tersiksa. Namun berkat sang ibunda, akhirnya ia kembali menghirup udara segar. Setelah sang ibu mencabut laporan ini, Dwi pun berjanji akan menggunakan kesempatan ini untuk berbakti kepada orang tuanya dan masyarakat. Terlebih sebagai orang yang beragama, ia pun mengaku akan memperbaiki ibadahnya yang selama ini dinilainya kurang baik.

Demi membantu orang tuanya, Dwi kini telah bekerja di salah satu Toko Sepatu di Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Dia pun mengaku sudah tidak lagi berhubungan dengan kekasihnya sejak masuk penjara pada akhir November 2021

Kajari Bantul, Suwandi mengatakan pihaknya sesegera mungkin akan mengajukan permohonan kepada Kejaksaan Agung (Kejakgung) RI untuk menghentikan perkara tersebut. Permohonan itu akan diajukan dalam tempo 14 hari ke depan yang dilengkapi dokumen meliputi surat surat pernyataan, resume rapat, dukungan tokoh masyarakat, serta orang tua yang bersangkutan.

"Sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur-red) kami. Kami harus izin ke Pimpinan Kami Kejaksaan Agung untuk memperoleh izin penghentiannya. Makanya kami membuat perlengkapan untuk menyakinkan pimpinan bahwa perkara ini layak untuk tidak dilanjutkan ke pengadilan," tandasnya.

Diketahui, kasus ini terjadi pada November 2021. Dwi Rahayu Saputro dilaporkan ibunya karena menjual seluruh perabotan, genting rumah bahkan jendela hingga pintu rumah. Total kerugian akibat hal itu mencapai Rp 24 juta. Motif aksi nekat itu dilakukan sang anak demi membahagiakan pacarnya