Belum Tetapkan Tersangka, Polisi Dalami Kasus Dugaan Investasi Bodong
Hukum & Kriminal

Belum Tetapkan Tersangka, Polisi Dalami Kasus Dugaan Investasi Bodong

Bantul,(bantul.sorot.co)--Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Kepolisian Resor (Polres) Bantul masih terus mendalami kasus dugaan investasi bodong, yang nilai kerugian mencapai Rp 1,2 miliar, dengan korban mencapai ratusan orang.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha mengatakan pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Sejumlah saksi diantaranya para korban yang terkait hal tersebut, telah dimintai keterangannya. Kendati demikian pihaknya belum menetapkan salah seorang tersangka, dalam kasus ini.

"Belum (menetapkan tersangka-red). Kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Nanti ada gelar perkara. Tapi prinsipnya kasus ini jalan terus," ujarnya, Minggu (09/01/2022).

Sementara itu, Kuasa Hukum Para Korban Investasi Bodong Musthofa mengatakan terlapor berinisial FG, telah dipanggil oleh pihak penyidik sebanyak 2 kali namun tak hadir. Sehingga surat pemanggilan akan dikembalikan dilayangkan oleh pihak kepolisian pada Senin pekan depan ini. 

Bila yang bersangkutan, mengabaikan surat panggilan ke 3 kalinya ini, status penyelidikan naik ke penyidikan. Sehingga secara otomatis FG, ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk terlapor sudah panggilan ke 3 besok hari Senin. Misal nggak datang kan langsung statusnya naik ke penyidikan, otomatis jadi tersangka," kata Mustofa.

Diberitakan sebelumnya, ratusan orang diduga mengalami penipuan berkedok investasi bodong. Total kerugian dari investasi abal-abal itu mencapai sekitar Rp 1,2 miliar.

Adapun modus FG dalam bisnisnya ini, ia awalnya hanya membuka slot investasi yaitu dengan sistem reguler dan VIP dengan profit yang berbeda-beda pada setiap sistem investasi dan keuntungannya sebesar 10 – 80 % dari jumlah setoran modal.

Pada awal pelaksanaan, sejumlah member mendapatkan haknya namun demikian lama kelamaan dana yang sudah disetor, tak mendapatkan keuntungan akan tetapi justru investasi berupa dana itu raib.