Ratusan Orang Diduga Tertipu Investasi Bodong,  Kerugian Capai Rp 1,2  Miliar
Hukum & Kriminal

Ratusan Orang Diduga Tertipu Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp 1,2 Miliar

Bantul, (bantul.sorot.co)-Ratusan orang diduga menjadi korban penipuan berkedok investasi bodong. Total kerugian dari investasi abal-abal itu mencapai sekitar Rp 1,2 miliar.

Seorang korban, DS warga Kapanewon Pajangan, Bantul mengaku dirinya mengalami kerugian dari investasi bohong bohongan ini mencapai sekitar Rp 19 juta, dari total investasi Rp 30 juta. Mahasiswi 24 tahun yang baru saja menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi Swasta di Yogyakarta ini mengungkapkan tertarik mengikuti investasi itu karena dijanjikan keuntungan besar oleh pengelola akun Instagram (IG) Jasa Titip dengan nama cari_diskonan, berinisial FG.

Dalam akun yang memiliki pengikut lebih dari 70 ribu itu, FG yang merupakan seorang perempuan warga Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman ini membuka dana investasi yang akan diputarkan pada usaha penjualan pelbagai produk di IG nya tersebut. FG juga menyatakan tujuannya membuka dana investasi itu berniat membantu para member yang kerapkali menjadi korban penipuan arisan online atau investasi bodong.

"FG membuat story pada akun Instagram bisnisnya yaitu cari_diskonan itu pada (13/8/2021) yang mengatakan bahwa akan membuka inves karena ingin membantu teman-teman dan banyak Customer yang curhat kalau banyak yang tertipu mengikuti arisan atau investasi online. FG juga mengatakan bahwa dana Investasi tersebut akan diputarkan hanya di usahanya yaitu cari_diskonan. Kata dia ini amanah dan ontime ini yang kami buat percaya," ujar DS kepada sorot.co, Jumat (8/1/2022) malam.

Adapun modus FG dalam bisnisnya ini, ia awalnya hanya membuka slot investasi yaitu dengan sistem reguler dan VIP dengan profit yang berbeda-beda pada setiap sistem investasi dan keuntungannya sebesar 10 – 80% dari jumlah setoran modal. Investasi reguler dan VIP terdiri dari 5 slot dimana setiap slot mempunyai jangka waktu per 9 hari. Untuk VIP hanya terdiri dari 1 orang saja sedangkan untuk Reguler terdiri dari 5 orang. Reguler terdiri dari investasi mulai Rp 300.000 sampai dengan Rp2.700.000. 

"Saya pertama coba coba ini beneran ontime atau nggak ternyata di putaran pertama itu ontime. Total saya setor sekitar Rp 31 juta, yang sudah kembali dengan model ambil slot itu Rp 12 juta. Nah, yang sisanya Rp 19, 4 juta sampai saat ini tidak jelas," terang DS.

Bahkan seiring berjalannya waktu, pada 11 September 2021, FG menambah sistem investasi yang bernama VIP plus dengan keuntungan yang jauh lebih besar dan durasi waktu 7 hari per slot dan per slot tersebut diambil maksimal oleh 2 orang. Awalan, para pelanggan mendapatkan pengembalian, namun tak lama kemudian para customer tidak lagi mendapatkan haknya.

Justru FG pada (28/11/2021) via grup WhatsApp menyampaikan bahwa investasi yang ia selenggarakan tersebut mengalami kolaps. Dia mengatakan bahwa dana investasi itu tidak diputarkan sepenuhnya di usahanya di jasa titip yang bernama cari_diskonan, melainkan juga diputarkan di arisan online yakni Arisan Amora, Arisan Online Cilacap (Prilly) dan Dailyoksa. FG menyebut, uang itu dibawa kabur oleh pihak pihak tersebut.

Atas kejadian ini, DS bersama ratusan member menuntut FH pengembalian uang. Karena kerugian yang dialami para nasabah cukup besar total mencapai Rp 1,2 miliar. Masing masing nasabah mengalami kerugian bervariasi mulai dari belasan hingga ratusan juta rupiah. Bersama korban lainnya, DS pun telah berusaha menghubungi pelaku. Namun demikian FG hanya menyampaikan janji janji karena hingga kini realisasi untuk pengembalian tidak ada. Untuk itu, DS bersama para korban lainnya melaporkan kasus tersebut, ke Polda DIY pada (8/11/2021). Namun demikian pada Desember 2021, kasus ini dilimpahkan ke Polres Bantul.

Kuasa Hukum Para Korban, Musthofa mengatakan kasus ini akhirnya dibawa ke ranah hukum karena owner investasi cari_diskonan berinisial FG, tidak memiliki iktikad baik mengembalikan dana para pelanggan. Oleh karenanya, kasus ini dilaporkan oleh para korban ke Mapolda DIY namun demikian pada akhir Desember kasus tersebut didisposisi ke Polres Bantul.

"Terlapor susah diajak komunikasi. Saya mencoba nyuruh beberapa korban untuk menanyakan kepastian itu tidak ada respon digrup WA nya juga sudah tidak ada respon juga. Selalu menghindar. Terlapor sudah tidak ada iktikad baik, maka mereka (para korban) membawa kasus ini ke kepolisian," jelasnya..