Warga Kembangputihan Geger, Lelaki Ditemukan Gantung Diri
Peristiwa

Warga Kembangputihan Geger, Lelaki Ditemukan Gantung Diri

Pajangan, (bantul.sorot.co)--Warga Padukuhan Kembangputihan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan geger pada Jumat (27/11/2021) malam. Pasalnya di ladang wilayah setempat ditemukan adanya seorang pria gantung diri.

Kapolsek Pajangan, AKP Titik Esti Handayani mengatakan pelaku gantung diri yakni F, lelaki berumur 45 tahun warga Padukuhan Peni, Kalurahan Palbapang, Kabupaten Bantul. Lelaki ditemukan dalam kondisi gantung diri oleh warga setempat sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah pohon di hutan Kembangputihan, Kalurahan Guwosari.

Peristiwa tragis ini diketahui bermula saat korban sekitar pukul 09.00 WIB menitipkan sepeda motor ke salah seorang warga setempat. F kemudian pamit hendak mencari bonsai di wilayah Hutan Kembangputihan. Namun sampai pukul 17.00 WIB, sepeda motor korban tak kunjung diambil. Menduga terjadi sesuatu hal, sejumlah warga kemudian berinisif mencari keberadaan korban.

Dan tak disangka, setelah beberapa saat melakukan pencarian, sekitar pukul 19.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi gantung diri dengan menggunakan tali plastik di pohon tak jauh dari Goa Selarong Kembangputihan.

Mendapati hal itu, warga kemudian menyampaikan ke pihak perangkat desa, yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Pajangan. Sementara itu, setelah Polsek mendapatkan kabar itu, langsung ke lokasi bersama Tim Inafis serta petugas medis Puskesmas Pajangan.

"Setelah diturunkan, diperiksa tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga korban untuk dimakamkan," ujarnya, Jumat malam.

Kapolsek belum mengetahui penyebab pasti mengapa F nekat mengakhiri hidupnya. Pihaknya pun hingga kini masih melakukan pendalaman. Namun demikian, dari gawai korban ditemukan percakapan via WhatsApp (WA) dengan seseorang yang belum diketahui identitasnya. Salah satu isi percakapan itu meminta supaya anak dan istrinya dijaga serta anaknya di sekolahkan di pondok pesantren. 

"Ada percakapan WA (WhatsApp), kepada seseorang belum diketahui itu siapa, isinya pesan untuk menjaga anak dan istrinya. Dia juga minta anaknya agar di sekolah kan di pondok pesantren. Masih kita dalami pesan itu ke siapa," tandasnya.