Usai Ritual di Goa, Pemuda Akrofobia Dievakuasi Tim SAR
Peristiwa

Usai Ritual di Goa, Pemuda Akrofobia Dievakuasi Tim SAR

Kretek, (bantul.sorot.co)--Seorang pemuda harus dievakuasi oleh Tim SAR Parangtritis lantaran mengalami akrofobia di Goa Langse Kalurahan Giricahyo Kapanewon Purwosari Kabupaten Gunungkidul.

Sekretaris SAR Parangtritis, Muhammad Arif Nugroho mengatakan bahwa insiden takut ketinggian atau akrofobia itu terjadi pada Kamis kemarin, menimpa seorang pemuda bernama Nur Fachmi Achsanudin.

Pria 31 tahun warga Kalurahan Sarangmeduro, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah itu awalnya melakukan kegiatan ritual di Goa Langse, bersama belasan rekannya.

Namun saat akan kembali pulang, Nur Fachmi yang sebelumnya sukses melewati jalur yang terjal dan curam itu, mengaku tak sanggup lagi melewati jalur semula karena takut ketinggian.

"Dia ngaku tak sanggup, takut lihat tebing tinggi curam. Dia kemudian minta rekan-rekannya, menghubungi SAR Parangtritis minta bantuan," ujar Arif Nugroho, Jumat (26/11/2021).

Tim gabungan yang terdiri dari SAR Parangtritis sebanyak 4 personel dan Ditpolair 2 personel kemudian melakukan upaya evakuasi terhadap korban via jalur laut. 

Upaya tim menyelamatkan korban dengan menggunakan perahu Jungkung itu tak mudah. Selain medan yang cukup sulit dijangkau karena terdapat banyak batuan karang, upaya penyelamatan itu juga terkendala ancaman terjangan ombak besar. Namun setelah berjibaku yang memakan waktu yang cukup lama, operasi penyelamatan tersebut berhasil dilakukan.

"Korban kita bawa pakai perahu Jungkung via laut dan mendarat di Pantai Depok. Kondisi korban stabil, tapi memang mengalami syok dan ketakutan," tandasnya.