Bupati Berang Kasus Brambang, Tunjuk LBH ! Minta Pelaku Diproses Hukum
Hukum & Kriminal

Bupati Berang Kasus Brambang, Tunjuk LBH ! Minta Pelaku Diproses Hukum

Bantul, (bantul.sorot.co)--Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih berang karena kasus belum dibayarkannya hasil penjualan bawang merah oleh pihak PT 3 M (Mukti Mulyo Mandiri) kepada petani bawang merah di Padukuhan Nawungan, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri menjadi isu liar, bahkan menjadi komoditas politik.

Oleh karena itu, guna menuntaskan persoalan tersebut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menunjuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Projotamansari untuk menuntaskan persoalan tersebut.

"Ini harus kita tuntaskan secara hukum. Maka saya meminta LBH Projotamansari ini menjadi pendamping petani. Dan alhamdulillah petani bisa memberikan kepercayaan kepada LBH Projotamansari agar yang salah ketahuan salah yang benar ketahuan benar. Jadi tidak ada lagi isu politik digoreng oleh orang orang yang tidak bertanggungjawab. Bupati terlibat lah. Bupati ngongkon (menyuruh-red) Sigit, padahal tidak ada itu," ujarnya baru-baru ini.

Langkah tegas ini diambil, lantaran yang bersangkutan sejauh ini tak bergeming. Kerap kali mengumbar janji kepada para petani akan segera melunasi tanggungannya, namun nyatanya hanya isapan jempol belaka. Bahkan setelah kasus ini mencuat belakangan yang bersangkutan tak diketahui keberadaannya. 

Pihak PT 3 M selaku pembeli, yang punggawanya disebut-sebut bernama Sigit sampai saat ini bebas berkeliaran. Hal ini malah seolah pemerintah dan hukum hanya dipermainkan saja. Apalagi kalau ulahnya ini hanya dibiarkan saja.

"Kalau tidak ada proses hukum dia masih gentayangan dimana-mana malah, ngetawain kita to. Pemerintah diketawain itu. Dia katakan lah beberapa kali mblenjani janji arep bayar penulasan tapi sampai hari ini tidak terjadi. Dan dia masih bebas berkeliaran dimana mana. Ini kan menghina hukum. Harapannya ya kita Sigit mau melunasi itu kalau tidak mau melunasi ini bisa berakibat pidana. Kalau pidana apa, ya penjara. Agar tidak ada lagi penipuan lain yang mungkin akan dilakukan kepada petani Bantul," pungkas Halim.