Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Obat Keras di Bantul
Hukum & Kriminal

Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Obat Keras di Bantul

Kasihan, (bantul.sorot.co)--Badan Reserse Kriminal, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri menggerebek sebuah gudang yang diduga sebagai lokasi produksi obat keras dan psikotropika di Jalan IKIP PGRI No 158 Padukuhan Sonosewu, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Ditipid Narkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan penggerebekan gudang itu dilakukan oleh tim Ditipidnarkoba bekerjasama dengan Polda DIY pada (21/9/2021) pukul 23.00 WIB.

Dalam penyergapan itu pihaknya mengamankan dua orang pria masing-masing berinisial WZ dan A yang merupakan karyawan gudang , serta menyita berbagai jenis barang bukti yang ditengarai sebagai sarana memproduksi obat berbahaya.

"Barang bukti yang kita amankan meliputi mesin mesin produksi obat, 1 unit truk colt diesel AB 8608 IS, sebanyak 30.345.000 butir pil obat keras, tujuh mesin cetak pil hexymer, DMP, dan double L, 5 buah mesin oven, 2 buah mesin pewarna obat, berbagai jenis bahan kimia atau prekursor obat, berbagai obat keras seperti hexymer, trihex, SMP, double L, dan irgaphan 200 mg, 500 kardus, 500 botol kosong tempat penyimpanan obat serta adonan berbagai prekursor yang telah siap diolah menjadi obat," ujarnya saat menggelar konferensi pers di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Gudang Obat Keras Sonosewu Kalurahan Ngestiharjo Kasihan, Senin (27/9/2021).

Dari pemeriksaan, Wz berperan sebagai penanggung jawab gudang. Sedang A yang statusnya sementara ini sebagai saksi, diketahui merupakan seorang pekerja gudang. Bos dari Mega Cland Lab produksi obat keras ini, lanjut Krisno, diketahui seorang pria berinisial LDK alias DA. 

Orang ini pun telah diamankan oleh petugas pada Selasa (22/9) dini hari di rumahnya di salah satu Perumahan di kawasan Kapanewon Kasihan, Bantul. DA mengakui sebagai pemrakarsa sekaligus pemilik gudang di Padukuhan Sonosewu, Kalurahan Ngestiharjo. Bahkan dari hasil interogasi, ia diketahui memiliki satu gudang obat ilegal lainnya yang terletak di wilayah Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.

Brigjen Pol Krisno Halomoan menerangkan bahwa terbongkarnya pabrik obat keras ini bermula dari penangkapan terhadap sebanyak 8 orang tersangka pengedar obat keras dari berbagai TKP meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi dan Jakarta Timur.

Para tersangka ini berhasil ditangkap oleh Tim Subdit 3 Ditipidnarkoba Bareskrim Polri dalam operasi Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan dengan sandi Anti Pil Koplo 2021 yang digelar pada 13-15 September 2021. Dalam operasi ini, pihaknya mengamankan barang bukti sedikitnya 5 juta berbagai jenis obat keras. Sementara itu, dari pengembangan terhadap kasus ini, diketahui obat obat tersebut diproduksi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).