Kebijakan Pembukaan Destinasi Wisata Tak Seragam Berpotensi Menimbulkan Gejolak
Wisata

Kebijakan Pembukaan Destinasi Wisata Tak Seragam Berpotensi Menimbulkan Gejolak

Bantul, (bantul.sorot.co)--Pengelola destinasi wisata Hutan Pinus Mangunan di Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo mengeluhkan beberapa hal terkait pembukaan destinasi wisata di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Mereka khawatir ujicoba pembukaan destinasi wisata khususnya yang ditunjuk oleh pemerintah, dalam hal ini Hutan Pinus Mangunan, justru membuat wisatawan antipati terhadap objek wisata itu sendiri.

Hal itu karena pengunjung harus melewati beberapa ketentuan sebelum memasuki obyek wisata. Wisatawan menganggap hal tersebut malah merepotkan.

"Banyak kendala seperti susah sinyal, belum lagi kebijakan ganjil genap. Nah ini membuat pengunjung jadi enggan ke sini. Jadi wisatawan malah antipati mau berkunjung," ujar Pengelola Destinasi Wisata Hutan Pinus Mangunan, Purwo Harsono, Selasa (21/9/2021).

Disisi lain, Ipung sapaan akrab Purwo Harsono, juga menyoroti tidak seragamnya kebijakan penerapan pembukaan destinasi wisata di masa PPKM level 3 di wilayah ini. Diketahui,ada obyek wisata yang pengunjungnya bebas keluar masuk ke obyek tanpa harus memenuhi protokol kesehatan Covid-19. Namun demikian ada pula wisatawan yang sulit memasuki obyek lantaran harus memenuhi ketentuan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. 

Kebijakan yang tidak sama ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan kesenjangan antara pengelola yang satu dengan yang lainnya.

"Jangan sampai yang lain los dol yang di sini sangat ketat. Sehingga yang di sini jadi tidak menarik, sehingga orang antipati berkunjung ke sini. Kalau yang lain bebas, di sini juga bebas. Yang lain ketat yang di sini juga ketat. Mbok semuanya (obyek wisata) sama gitu lho," ujar Ipung.