Kebijakan Ganjil Genap, Beban Pengelola Makin Berat Karena Wisatawan Berkurang
Wisata

Kebijakan Ganjil Genap, Beban Pengelola Makin Berat Karena Wisatawan Berkurang

Bantul, bantul.sorot.co)--Dirlantas Polda DIY akan menerapkan kebijakan ganjil genap bagi kendaraan bermotor yang akan bertandang ke obyek wisata Hutan Pinus Mangunan, Kapanewon Dlingo.

Hal ini menyusul Hutan Pinus Mangunan ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata yang ditunjuk oleh Dinas Pariwisata DIY sebagai destinasi yang akan diujicobakan aktivitas wisatanya di tengah penerapan PPKM level 3.

Penerapan ganjil genap itu akan dilakukan setiap Sabtu dan Minggu, sebagai salah satu antisipasi menekan angka kunjungan para pelancong yang membludak. Pembatasan tersebut agar tidak terjadi kerumunan yang berpotensi menjadi lokasi anyar penyebaran Covid-19.

Dikonfirmasi terkait itu, Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta membenarkan bahwa pihaknya kini telah mulai merealisasikan kebijakan tersebut. Penerapan kebijakan itu dilakukan mulai Jumat (17/9) kemarin, hingga nanti sampai terbit regulasi baru yang mengatur tentang level PPKM di wilayah ini. Hal ini diberlakukan semata mata untuk menghindari terjadinya kerumunan di lokasi wisata. Yang berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19.

"Ini mengurangi arus lalu lintas atau pengunjung yang mau ke lokasi, sehingga bisa dikendalikan tidak berkerumun," ujarnya, Sabtu (18/09/2021).

Aris menyebut pemberlakukan ganjil genap ini mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Untuk sementara ini diberlaku pada (17/09) bagi kendaraan bermotor ganjil, (18/09) kendaraan bermotor genap dan (19/09) kendaraan bermotor ganjil. 

Pengelola Obyek Wisata Hutan Pinus yang juga sebagai Ketua Koperasi Noto Wono Mangunan, Purwo Harsono, mengatakan kebijakan ini bila diterapkan membuat beban pengelola wisata makin berat.

Kendati diakuinya hal itu memang merupakan ketentuan yang memang harus berlaku. Namun bila hal tersebut diterapkan terlalu lama, stressing pengelola destinasi wisata itu bisa berdampak luar biasa.

"Di masa uji coba kapasitas 1.900 pengunjung dalam sehari tercapai 100 orang. Itu saja lebih dari 100 orang balik kanan. Kalau ganjil genap otomatis mengurangi lagi uji coba. Secara otomatis ya mohon maaf, kalau ini terlalu lama stressing pengelola itu yang luar biasa. Jumlahnya sedikit, kemudian dari sisi pendapatan tidak nyambung, tetapi menghadapi masalah besar," tandasnya.