Pemuda Klitih Dibekuk, Senjata Celurit Diamankan
Hukum & Kriminal

Pemuda Klitih Dibekuk, Senjata Celurit Diamankan

Imogiri, (bantul.sorot.co)--Kepolisian Sektor Imogiri mengamankan sebanyak dua orang terduga sebagai pelaku kriminalitas jalanan atau yang beken disebut dengan klitih di Jalan Kampung Bango, Padukuhan Pelemantung, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri pada Selasa (14/9/2021) malam.

Dua orang itu masing-masing berinisial R (24) alis kenyot warga Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta dan A (27) warga Padukuhan Kweni, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon. Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti dua bilah senjata tajam jenis celurit.

Kanit Reskrim Polsek Imogiri, AKP Suyanto mengatakan, penangkapan terhadap keduanya berawal ketika mereka mengendarai sepeda motor boncengan melaju dari arah selatan Parangtritis ke arah Utara Yogyakarta.

Sesampainya di depan SPBU Kretek, mereka menabrak seorang pria pejalan kaki, warga setempat. Melihat hal itu warga segera menghentikan yang bersangkutan meminta pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut.

"Mereka (pelaku) berhenti, warga kemudian minta pertanggungjawaban kepada keduanya. Nah saat dimintai pertanggungjawaban itu mereka malah tancap gas kabur," ujar AKP Suyanto.

Warga pun mengejar keduanya yang terlihat kabur belok ke arah Kalurahan Seloharjo Kapanewon Pundong. Di tengah aksi kejar-kejaran itu, pelaku sempat melempar warga dengan sebuah helm. Bahkan warga diancam dengan senjata tajam celurit. 

Namun, ramainya massa yang turut mengejar pelaku, membuat mereka ciut. Karena saking paniknya, sang joki A pun tak konsen mengendarai sepeda motor sampai akhirnya terjatuh setelah menghantam pagar tembok rumah salah seorang warga di wilayah Kampung Bango Padukuhan Pelemantung, Kalurahan Selopamioro, Imogiri.

Ketika terkapar, keduanya lantas diamankan massa. Sementara pihaknya yang mendapat informasi itu langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan pelaku ke Mapolsek Imogiri.

AKP Suyanto menyebut dari hasil pemeriksaan keduanya diketahui merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan (Curas). Penyidik sampai kini masih melakukan pendalaman apakah yang bersangkutan ini berafiliasi dengan genk atau kejahatan lainnya. Kendati demikian, pihaknya akan menjerat keduanya dengan Undang-undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951, terkait kepemilikan senjata tajam, dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun.