GEPAKO Desak DPR RI Hapus Prolegnas RUU HIP
Politik

GEPAKO Desak DPR RI Hapus Prolegnas RUU HIP

Bantul, (bantul.sorot.co)--Organisasi masyarakat Gerakan Pasukan Anti Komunis Daerah Istimewa Yogyakarta (GEPAKO DIY) dengan tegas menyatakan menolak Rancangan Undang-undang, Haluan Idiologi Pancasila (RUU HIP).

GEPAKO menilai RUU HIP itu sengaja dibuat oleh pihak tertentu sebagai upaya untuk mengotak-atik idiologi Pancasila dan memeras sila-sila Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila. Sebagai organisasi anti komunis yang lahir pada masa reformasi 22 tahun yang lalu, GEPAKO merasa terusik dengan adanya gerakan dan faham yang ingin membangkitkan kembali anasir-anasir komunisme di Indonesia.

Menyikapi hal itu jajaran pengurus GEPAKO DIY pada Minggu (28/06) di Gandung Pardiman Center (GPC) Karangtengah, Kecamatan Imogiri, menyampaikan 7 pernyataan sikap yakni pertama menolak RUU HIP dan meminta kepada DPR RI untuk menghapus dari Program Legislasi Nasional.

Kedua, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara yang sah sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yang telah disepakati dan ditetapkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1946. Lalu ketiga, untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, maka mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila hendaknya dapat kembali dijadikan mata pelajaran wajib bagi semua jenjang pendidikan.

Keempat, GEPAKO menyakini bahwa TNI senantiasa memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit menempatkan diri sebagai benteng Pancasila oleh karenanya GEPAKO bersama elemen masyarakat siap siaga bersama sama TNI menjaga Pancasila.

Kemudian kelima, GEPAKO mendukung dan mendorong agar jajaran Polri bertindak tegas terhadap oknum oknum yang berani perbuatan melawan hukum, termasuk menyebarkan faham yang bertentangan dengan idiologi Pancasila.

Keenam, GEPAKO mengingatkan kepada semua pihak agar senantiasa waspada terhadap bahaya laten muncul tiba-tiba dan dengan cara yang berbeda dan ke tujuh terkait pelaksanaan Pilkada di DIY.

GEPAKO juga siap mendukung calon bupati dan wakil Bupati yang tidak mengotak-atik idiologi Pancasila.

Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh Panglima GEPAKO DIY, Gandung Pardiman; Komandan GEPAKO Bantul, Suryono; Komandan GEPAKO Gunungkidul, Sukadi; Komandan GEPAKO Yogyakarta, Benny Wijanarko; Komandan GEPAKO Sleman, Dian Wijaya Sugiarto dan Komandan GEPAKO Kulon Progo, Sukardi.

Sementara itu, dalam arahannya Panglima GEPAKO DIY sekaligus anggota DPR RI, Gandung Pardiman dengan tegas menyampaikan bahwa RUU HIP ini membayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Gandung mengungkapkan bahwa Pancasila ialah hasil karya putra terbaik bangsa merupakan perjanjian agung antara kaum nasionalis dan kaum religius. Sehingga dengan adanya hal itu berpotensi merobek tatanan kehidupan keberagamaan.