Awasi Baliho Bakal Calon Bupati, Bawaslu Kerjasama dengan Pengawas Eksternal
Politik

Awasi Baliho Bakal Calon Bupati, Bawaslu Kerjasama dengan Pengawas Eksternal

Bantul, (bantul.sorot.co)--Kendati belum masuk pada tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dihelat pada 23 September 2020, namun telah tampak di ruas-ruas jalan strategis di wilayah Kabupaten Bantul terpampang bertebaran baliho-baliho bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul.

Baliho-baliho yang terpajang makin marak itu belakangan santer digadang-gadang bakal turut berkontestasi pada Pilkada.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bantul, Harlina mengatakan meski belum masuk pada tahapan pilkada pihaknya tetap memonitor baliho-baliho bakal calon bupati maupun wakil bupati itu.

Harlina menyampaikan bahkan ditiap-tiap wilayah Kecamatan, anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) telah diperintahkan supaya mendata baliho-baliho itu.

"Untuk baliho ini Panwascam sudah kita minta melakukan pengawasan kemudian dituangkan pada form A, kemudian kita lakukan rekap satu Minggu satu kali," ujarnya kepada sorot.co baru-baru ini.


Setelah dilakukan pendataan terhadap baliho-baliho tersebut, pihaknya lantas melakukan analisa apakah baliho-baliho ini kemudian bisa masuk dalam kategori pelanggaran yang bisa dijerat dengan undang-undang lainnya. 

Pasalnya kalau dengan mengacu pada undang undang pemilihan, terangnya, Bawaslu akan mengalami kesulitan pada syarat formil maupun materiil sebab kini belum masuk pada tahapan apapun dalam kontestasi yang digelar saban lima tahunan ini.

Sementara itu berkenaan dengan penerapan undang undang lainnya ini, lanjut Harlina, pihaknya telah bekerjasama dengan pengawas eskternal yakni Ombudsman Republik Indonesia (ORI) atau Lembaga Ombudsman Daerah (LOD). Pihak ORI maupun LOD bisa menelusuri apakah baliho-baliho itu menyalahi ketentuan perundang-undangan lainnya.

"ORI ataupun LOD kan bisa berkenaan dengan penyalahgunaan anggaran pemerintah. Atau penyalahgunaan wewenang birokrasi," tandasnya.