Bahas Intoleransi Hingga Pilkada, PKS Bantul Silaturahmi ke Gereja Ganjuran
Sosial

Bahas Intoleransi Hingga Pilkada, PKS Bantul Silaturahmi ke Gereja Ganjuran

Bambanglipuro,(bantul.sorot.co)--Maraknya kasus intoleransi yang terjadi di tengah masyarakat beberapa waktu lalu menjadi keprihatinan bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bantul. Guna meredam intolerasi tersebut, jajaran pengurus DPD PKS Bantul berkunjung ke Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Bambanglipuro, Rabu (15/01/2020).

Tiba sekitar pukul 10 WIB, rombongan PKS Bantul sekitar empat orang pengurus dipimpin Ketua DPD Amir Syarifudin diterima oleh Romo FX. Krisno Handoyo berserta jajaran Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran. Selanjutnya, mereka melakukan diskusi dan perbincangan santai sekitar satu jam di salah satu ruangan Paroki Ganjuran.

Agenda kami asalah silaturahmi, kita ingin menjalin silarurahmi dengan beberpaa umat beragama, salah satunya di Gereja Ganjuran ini. Karena beberapa waktu lalu muncul intoleransi, kita kasihan dengan Ngarso Dalem (Gubernur DIY),” ungkap Amir.

Disinggung terkait hubungannya dengan politik jelang pilkada, Amir mengaku juga meminta doa restu kepada Romo untuk maju dalam Plibup 2020. 

Iya, saya minta doa restu kepada Romo tadi, untuk maju menjadi calon Bupati Kabupaten Bantul,” kelakarnya.

Selain guna meredam intoleransi dan isu pilkada, kedatangan rombongan PKS Bantul ke Gereja Ganjuran ini juga membahas permasalahan sosial yakni soal penurunan angka kemiskinan di DIY. Salah satu upayanya yakni melalui kegiatan di tempat-tempat ibadah seperti masjid dan gereja. Ia berharap, di setiap wilayah kecamatan di DIY dapat dilakukan kegiatan untuk menurunkan angka kemiskinan.

Salah satunya menurunkan angka kemiskinan. Kami sepakat dengan Romo, karena (anga kemiskinan) DIY ini kan 14,6 persen dan diturunkan menjadi 9,5 persen, atau sekitar 5 persen itu sangat besar. Nah kemarin sudah ke Ngarso Dalem untuk menurunkan angka kemiskinan lewat tempat-tempat ibadah. Di DIY ini ka nada 78 kecamatan, nanti dikasih contoh masjid satu kemudian gereja satu,” terangnya.

Amir mencontohkan, upaya penurunan angka kemiskinan dilakukan di Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Gereja Miliran yakni kegiatan pelatihan dengan peserta pendera se Asia Pasifik. Sedangkan program yang dilakukan untuk penurunan angka kemiskinan di antaranya dengan memberikan beras, pinjaman modal usaha dan menyediakan kebutuhan masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Romo FX Krisno Handoyo mengatakan, pihaknya menyambut baik pemikiran yang muncul dalam diskusi bersama jajaran PKS Bantul. Menurutnya, Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus juga telah memiliki program rencana induk keuskupan selama 35 tahun yang diterjemahkan dalam 5 tahunan.

Pihaknya ingin menjadi salah satu bagian dari solusi dari keprihatinan atas permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Sehingga, dengan melalui pertemuan-pertemuan dengan masyarakat lintas agama akan terjalin silaturahmi yang menyejukkan.

Kami berdiskusi berkaitan dengan hal-hal yang menjadi keprihatinan bersama seperti soal intoleransi. Gereja, baik soal intoleransi ataupun kemiskinan itu selalu menjadi perhatian. Saya juga mengarapkan setiap umat jemaat saya, kalau bisa satu orang itu mempunyai sahabat dua atau tiga orang dari agama lain. Kemudian kalau ada tetanggamu yang tidak bisa makan karena kemiskinan, maka kamu bertanggungjawab member makan. Itulah cara kamu untuk mengurangi kemiskinan,” papar Romo.