Berulah Hingga Tewaskan Seorang Pelajar, Polisi Bekuk Gerombolan Klitih
Hukum & Kriminal

Berulah Hingga Tewaskan Seorang Pelajar, Polisi Bekuk Gerombolan Klitih

Bantul, (bantul.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Resor Bantul meringkus gerombolan pelaku kejahatan jalanan atau yang populer disebut dengan Klitih. Gerombolan itu mengakibatkan seorang pelajar bernama Fatur Nizar Rakadio (17) warga Padukuhan Ponggok 1, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis meninggal dunia.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengatakan, setelah melalui serangkaian kegiatan penyelidikan dengan cara olah tempat kejadian perkara serta menganalisa CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian, jajarannya via satuan reserse mobile (Resmob) satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bantul berhasil mengamankan sebanyak 12 orang remaja yang ditengarai sebagai pelaku pada (10/01/2020) pukul 08.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan sementara dari 12 orang remaja yang masih berstatus pelajar itu salah seorang pelaku berinisial APS (18) warga Padukuhan Botokenceng, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan ditetapkan sebagai tersangka.

"Peran yang bersangkutan (APS), yang menendang sepeda motor korban hingga korban jatuh terluka dan akhirnya meninggal dunia. Sedangkan 11 orang yang juga diamankan saat ini masih diperiksa sebagai saksi, masih dilakukan pendalaman dan dilakukan pembinaan," ujarnya.


Kapolres menyampaikan, dalam kasus tersebut pihaknya mengamankan barang bukti diantaranya 1 buah sepeda motor Yamaha R15 milik korban, 5 buah Honda Scoopy milik para pelaku, 1 buah helm, 1 buah plastik bekas cat warna kuning dan 1 buah plastik bekas bungkus cairan cat warna biru. 

Dibeberkan, peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (14/12/2019) pukul 14.00 WIB di Jalan Imogiri-Siluk Desa Kebongagung, Kecamatan Imogiri atau lebih tepatnya di depan Toko Besi Srigading Kebongagung.

Awalnya, Fatur Nizar Rakadio bersama rombongan rekannya hendak pulang usai berlibur di salah satu pantai di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha R15 sesampainya di lokasi kejadian perkara berpapasan dengan rombongan pelaku.

Tanpa sebab yang jelas salah seorang pelaku saat berpapasan dengan rombongan korban melemparkan cairan cat yang dibungkus dengan plastik. Cat tersebut mengenai wajah salah seorang rombongan serta kendaraan.

Tak puas dengan hal itu, rombongan pelaku yang sebagian besar mengendarai sepeda motor Honda Scoopy itu balik arah mengejar korban, setibanya di lokasi kejadian, APS menendang sepeda motor yang mengakibatkan korban terjatuh sampai menyebabkan luka parah.

Ia mengalami luka patah tulang leher, retak tulang punggung serta pergeseran tulang ekor. Korban yang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta kurang lebih 27 hari, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (10/01/2020).