Menuju Desa Layak Anak, Gilangharjo Perhatikan Pendidikan Inklusi untuk PAUD
Pendidikan

Menuju Desa Layak Anak, Gilangharjo Perhatikan Pendidikan Inklusi untuk PAUD

Pandak,(bantul.sorot.co)--Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, mendorong pemerintah desa setempat untuk mendeklarasikan diri sebagai Desa Layak Anak.

Salah satu upaya untuk mewujudkan desa layak anak tersebut, Satgas PPA Desa Gilangharjo menggelar kegiatan Seminar Pendidikan Inklusi untuk Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD, Selasa (07/01/2020).

Kegiatan yang digelar di Aula Balai Desa Gilangharjo itu diikuti oleh ratusan guru atau pengajar PAUD dan TK di wilayah desa setempat. Sedangkan narasumber yang dihadirkan yakni Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko dan Kepala KB (Kelompok Bermain) Inklusi Srawung Bocah Kasihan, Nuwuningsih.

Ketua Satgas PPA Desa Gilangharjo, Muhammad Zainul Zain mengungkapkan, sebuah desa disebut sebagai layak anak harus memenuhi banyak kriteria. Antara lain, bidang pendidikan, pergaulan di masyarakat, kebijakan pemerintah hingga infrastruktur harus ramah dan memenuhi hak anak. Dari sisi pendidikan, pemenuhan hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus menjadi satu hal yang sangat penting.

Menurutnya, sejauh ini belum semua lembaga pendidikan khususnya PAUD dan TK di wilayah Gilangharjo menerapkan sekolah inklusi. Sedangkan, di wilayah desa ini sendiri terdapat sejumlah anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendidikan. Selama ini, orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus memilih untuk memasukkan anak mereka ke Sekolah Luar Biasa (SLB) di luar wilayah.

Kegiatan ini sebagai perwujudan kami mendeklarasikan desa kami sebagai Desa Layak Anak. Di desa kami ada sekitar 30 an PAUD dan 15 TK, dan semua belum ada yang sekolah inklusi. Sehingga kami ingin ke depan tahun 2021 sudah ada TK dan PAUD percontohan untuk menjadi sekolah inklusi. Nah di 2020 ini kami mengarah ke sana dengan berbagai kegiatan seminar dan peningkatan kapasitas teman teman pendidik PAUD dan TK,” papar Zainul.

Zainul menambahkan, untuk merealisasikan Program Desa Layak Anak ini pihaknya membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat termasuk dari pemerintah desa dalam bentuk kebijakan maupun anggaran. Pemerintah Desa Gilangharjo sendiri telah mengalokasikan anggaran desa sebesar 170 juta rupiah guna mendukung program desa layak anak tersebut. 

Sementara itu, Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menyampaikan, di Kabupaten Bantul terdapat sebanyak 1.298 lembaga PAUD dengan jumlah peserta didik mencapai 16.580 siswa. Sedangkan TK berjumlah 519 sekolah dengan siswa berjumlah 26.947 siswa. Meski belum signifikan, namun ia memastikan sudah ada beberapa PAUD dan TK yang menerima anak dengan berkebutuhan khusus.

Kami selalu memberikan sosialisasi kepada pengelola dan kepala sekolah tidak boleh menolak anak berkebutuhan khusus. Dan sudah ada beberapa sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Sementara untuk melayani anak berkebutuhan khusus saat ini pihak sekolah mendatangkan guru pengajar dari SLB. Selain itu, pihaknya juga terus berusaha untuk meningkatkan kompetensi guru umum untuk bisa memberikan pelayanan pendidikan khusus. Dari sisi anggaran, Disdikpora Bantul juga memberikan anggaran sebesar Rp 600 ribu per anak per tahun.