Dana Desa 2020 Rp 72 T, Mendes : Ada Pihak Pihak yang Ingin Dana Desa Tidak Ditambah
Pemerintahan

Dana Desa 2020 Rp 72 T, Mendes : Ada Pihak Pihak yang Ingin Dana Desa Tidak Ditambah

Sewon, (bantul.sorot.co)--Pemerintah pusat terus menaikkan nilai alokasi Dana Desa bagi pemerintah desa. Hal tersebut lantaran dana desa selama ini dinilai efektif untuk mempercepat pembangunan ekonomi di desa.

Akan tetapi strategi yang diterapkan oleh pemerintah itu tak semua pihak menerima. Salah satu yang ditengarai menolak kebijakan itu datang dari para kaum kapitalis yang selama ini bercokol di desa demi mengeruk keuntungan pribadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Mataraman Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon guna meluncurkan program Sanggar Inovasi Desa di desa tersebut, Minggu (05/01/2020).

"Disinyalir ya ada pihak-pihak yang ingin ingin dana desa itu tidak berkembang terus, ditambah terus (dana desanya)," ujarnya.

Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, mengungkapkan kebijakan itu tentu menjadi ancaman, para kaum kapitalis. Sebab dengan ditambahkannya dana desa itu otomatis perputaran duit di desa makin menggeliat yang imbasnya perekonomian di desa pasti berkembang cukup bagus. 

"Kan bisa menganggu kenikmatan kenikmatan kaum kapitalis yang selamat ini sudah kekayaan di desa tentu mereka tidak ingin itu terjadi. Maka saya katakan

siapa pun dia yang menghambat pembangunan desa yang tidak setuju dengan percepatan ekonomi didesa mereka adalah kelompok kapitalis yang akan merusak bangsa,

" tandasnya.

Sementara itu Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa pada 2020, dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat meningkat menjadi Rp 72 triliun. Akan tetapi Abdul Halim Iskandar tidak menyebut secara detail nilai perbandingan kenaikannya. Dia menegaskan bahwa hal itu sebagai komitmen realisaai pemerintah yang ingin menambah terus dana desa guna mempercepat pembangunan ekonomi di desa.