Cerita Wardoyo Soal Mahasiswa Tewas Nyemplung Sumur Saat Jadi Imam Salat
Peristiwa

Cerita Wardoyo Soal Mahasiswa Tewas Nyemplung Sumur Saat Jadi Imam Salat

Imogiri, (bantul.sorot.co)--Malam keakraban (Makrab) mahasiswa baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakartan di Pondok Pesan-Trend Ilmu Giri Padukuhan Nogosari RT 06, Desa Selopamioro seketika berubah menjadi kaharuan.

Pasalnya salah satu panitia makrab bernama M.Sirojul Milal (22) warga Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat meninggal usai tercebur sumur saat menunaikan ibadah salat Isya di komplek pondok pesan trend tersebut.

Petugas kebersihan pondok pesan-trend, Wardoyo warga setempat mengungkap detik-detik upaya warga bersama para mahasiswa menyelamatkan korban tersebut.

Dia menceritakan, sekitar pukul 19.00 WIB saat warga tengah istirahat sekonyong-konyong terjadi kehebohan. Pasalnya para mahasiswa yang berada di pondok pesan trend itu tiba-tiba pada teriak-teriak minta tolong. Hal itu memicu warga di sekitar pondok pesan trend berbondong-bondong menuju lokasi guna mencari tahu apa yang telah terjadi. Begitu sampai di lokasi warga, termasuk dirinya kaget karena mendapat laporan kalau ada seorang mahasiswa tercebur sumur saat menunaikan ibadah salat Isya.

"Baru pada istirahat, tiba-tiba itu pada teriak minta tolong. Pas (waktu) Isya," ujarnya ditemui sorot.co, Minggu (01/12/2019) siang.

Tanpa pikir panjang demi menyelamatkan nyawa korban, Wardoyo yang tanpa mengenakan safety yang memadai itu turun ke sumur yang memiliki kedalaman sekitar 7 meter dengan ketinggian air dari dasar sumur mencapai sekitar 3 meter itu, hanya dengan menggunakan selang air. 

Caranya selang air tersebut dipegangi oleh mahasiswa yang berada di atas, sementara ia perlahan turun. Sesampainya di dasar sumur beberapa kali ia langsung menyelam mencari keberadaan korban. Dia yang mengaku telah lemas dan kram itu kemudian minta bantuan salah seorang mahasiswa agar ikut turun.

"Korban akhirnya ditemukan mahasiswa namanya saya tidak tahu, di dasar sumur. Kemudian kita ikat ditarik. Saya lihat korban tidak sadar," tandasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati dengan menggunakan mobil ambulan. Dia baru mendapat kabar kepastian korban meninggal setelah pihak rumah sakit menyampaikan kabar tersebut melalui mahasiswa.

Wardoyo mengaku tidak menyangka kalau akan terjadi peristiwa memilukan itu. Sebelum kejadian, katanya, pada pagi harinya ia sempat bersih-bersih di sekitar dan dalam musala yang kontruksi bangunannya semua berbahan bambu itu.

Dikatakannya, sumur dengan lebar sekitar 2 meter yang berada tepat di bawah tempat pengimaman itu dahulu sebagai sumber air untuk mencukupi kebutuhan air pesan trend. Namun karena lama tidak dimanfaatkan, sekitar 2,5 tahun yang lalu pihak pondok pesan trend membangun Musala. Dia tidak mengetahui pertimbangan pemilik pesan trend yang dikenal dengan sebutan Gus Nas itu akhirnya membangun Musala di atas sumur.

Ditambahkan Wardoyo, kegiatan makrab mahasiswa UIN Yogyakarta baru dimulai pada Sabtu (30/11) sore direncanakan berakhir pada Minggu (01/13). Diikuti oleh ratusan mahasiswa, pada malam harinya akan sedianya akan ada pentas seni. Namun karena ada insiden tersebut acara malam itu juga dibubarkan oleh panitia.