Cegah Klitih dan Kenakalan Remaja, Siswa Baru Diajak Melek Hukum
Pendidikan

Cegah Klitih dan Kenakalan Remaja, Siswa Baru Diajak Melek Hukum

Sanden,(bantul.sorot.co)--Maraknya aksi kejahatan klitih dan kenakalan remaja yang melibatkan pelajar menjadi perhatian serius jajaran SMK Negeri 1 Sanden. Guna mengantisipasi aksi kejatan klitih dan kenakalan yang dapat berimbas pada kasus kriminalitas, pihak sekolah memasukkan materi hukum dalam Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).

Wakil Kepala SMK Negeri 1 Sanden Roji menjelaskan, pihaknya mengaku sejauh ini belum ada siswa di SMK Negeri 1 Sanden yang terlibat kasus hukum baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kendari demikian, sekolah menganggap penting untuk memberikan sosialisasi tentang kesadaran hukum.

Kita adalah sekolah yang menitikberatkan pada bidang kedisipilinan, sehingga kita mengantisipasi anak-anak jangan sampai terlibat aksi klitih tawuran atau penyalahgunaan narkoba. Karena sekarang klitih dan kelompk-kelompok anak (yang terlibat kejahatan) itu di SMP sudah marak,” ungkapnya, di sela kegiatan sosialisasi hukum dalam PLS SMK Negeri 1 Sanden, Rabu (17/7/2019).

Ia menambahkan, dalam sosialisasi sadar hukum ini pihak sekolah menggandeng konsultan hukum ‘Fighter Hs Law Firm’. Harapannya, dengan kegiatan ini anak-anak utamanya siswa baru dapat membangun karakter siswa muali dari karakter kejujuran, kerjasama, tanggungjawab dan komitmen untuk menggali potensi diri untuk masa depan yang lebih baik. 

Direktur Fighter Hs Law Firm, Setyawati menjelaskan, selama ini masih sangat jarang kantor advokat yang ikut terjun ke masyarakat memberikan pemahaman hukum. Pihaknya menilai, siswa atau pelajar menjadi bagian masyarakat yang sangat rentan ikut ikutan melakukan perbuatan atau kegiatan yang berpotensi melanggar hukum .

Menurutnya, remaja atau pelajar yang terjerat kasus hukum rata-rata tidak sadar perbuatan yang mereka lakukan adalah perbuatan melanggar hukum. Sehingga sosialisasi ini sangat tepat untuk diberikan kepada siswa baru agar ke depan tidak melakukan perbuatan tang berpotensi melanggar hukum.

Dari kami sangat peduli dengan generasi masa depan karena sekarang kan baru marak penyalahgunaan narkoba, ada klitih, perkelahian. Sehingga kami ingin menyampaikan kepada adik-adik agar menjauhi itu semua karena akan berdampak buruk baik kepada diri sendiri maupun orang lain dan keluarga,” ujar Setyawati.

Sementara itu, salah satu siswa, Eko mengaku kegiatan ini sangat positif bagi generasi muda khususnya pelajar. Pasalnya, selama ini aksi tawuran, kejahatan klitih dan aksi kriminalitas lainnya sangat melekat pada remaja ataupun pelajar. Sehingga sebagai generasi muda yang masih belum sadar hukum, sangat diperlukan pemahaman mengenai hukum dan konsekuensi bagi mereka yang melakukan pelanggaran hukum.