Jalur Patuk Tak Bisa Dilalui, Dinas Minta Jalan Dlingo - Imogiri Dibuka untuk Bus Besar
Wisata

Jalur Patuk Tak Bisa Dilalui, Dinas Minta Jalan Dlingo - Imogiri Dibuka untuk Bus Besar

Bantul, (bantul.sorot.co)--Ruas jalan ke arah obyek wisata di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul via perempatan PJR Patuk di Padukuhan Patuk, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, tidak bisa dilalui oleh berbagai jenis kendaraan bermotor.

Hal tersebut disebabkan karena adanya rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh jajaran Kepolisian Resor Gunungkidul di lokasi tersebut. Terpantau sejumlah peralatan rekayasa lalu lintas seperti water barrier dan tali terpasang membentang di tengah ruas jalan. Oleh karenanya kendaraannya yang melintas dari arah barat (Jogja) ke arah timur (Wonosari) berjalan terus atau lurus. Pun demikian kendaraan dari arah sebaliknya.

Kondisi demikian, membuat pengunjung yang menggunakan alat transportasi jenis bus, mobil pribadi maupun sepeda motor yang berjalan dari arah Barat ke Timur yang sedianya berniat belok ke arah selatan menuju obyek wisata yang menyuguhkan panorama mayapada itu,

sebagian besar terpaksa harus membatalkan kunjungannya. Mereka dibuat kecele dan bingung dengan kebijakan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengaku kaget adanya kebijakan pengaturan arus lalu lintas hingga membuat kendaraan yang ingin piknik ke Dlingo melalui jalur tersebut terhambat tidak bisa naik. Menurutnya peristiwa itu di luar ekspektasinya. Sejauh ini dirinya merasa kalau para pelancong yang hendak bertandang ke Dlingo tidak ada kendala.

"Ini di luar ekspektasi atau perhitungan kami. Kemarin memang di rapat koordinasi termasuk yang dilakukan ke Polres jalur selatan memang diselamatkan karena pertimbangan pengunjung dipadati dengan kendaraan pribadi. Untuk mengurangi resiko memang bus besar diarahkan ke patuk. Kalau akhirnya seperti itu (ditutup). ini menjadi bentuk evaluasi kami," ujarnya, Rabu (12/05/2019).

Kwintarto mengatakan adanya kejadian tersebut pihaknya bakal melakukan evaluasi dengan berkoordinasi bersama dengan pihak-pihak terkait guna mencari solusi terbaik. Namun seandainya dari arah utara kemudian tidak bisa dilalui, pihaknya berharap supaya jalur Imogiri-Dlingo bisa difungsikan. Menurut Kwintarto, jalur tersebut ideal untuk dilalui oleh kendaraan jenis tersebut. 

"Menurut saya ideal. Tapi memang tidak kalau sudah urusan keselamatan lalu lintas Dinas Perhubungan dengan kepolisian lebih memiliki kompetensi untuk itu. Tetapi sebagai pengelola wisata sekiranya pada saatnya Utara memang tidak mungkin dilewati, kami akan memohon. Karena apa masyarakat kami yang ada di Dlingo memang memohon. Karena apa dulu program Dlingo itu dibebankan karena dawuh provinsi. Sehingga ketika sekarang terjadi hambatan hambatan tugas kami melakukan evaluasi," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, para pengelola obyek wisata di wilayah Kecamatan Dlingo sambat karena angka kunjungan wisatawan pada musim libur lebaran kini turun sangat drastis.

Hal tersebut disinyalir karena adanya kebijakan pengalihan arus kendaraan untuk jenis bus wisata berukuran besar via perempatan PJR Patuk. Namun demikian setelah bus tiba di lokasi tersebut malah dibuat kecewa karena jalur ke arah Dlingo ditutup.