Akses Lumpuh Total, Perekonomian Warga di Kawasan Goa Jepang Terganggu
Ekonomi

Akses Lumpuh Total, Perekonomian Warga di Kawasan Goa Jepang Terganggu

Pundong,(bantul.sorot.co)--Dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada Minggu (17/03) membuat sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bantul porak poranda karena diterjang bencana banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut tidak hanya merusak berbagai macam bangunan dan infrasruktur, namun juga lahan pertanian sampai destinasi wisata.

Salah satu kawasan yang terdampak bencana alam itu yakni destinasi wisata sejarah termasyhur di Bumi Projotamansari yakni di situs Goa Jepang peninggalan masa Perang Dunia II pada 1942. Akses menuju kawasan objek wisata tersebut, sampai hari ke lima pasca bencana akibat Topan Savannah masih lumpuh karena tertimbun material longsoran.

Warga setempat sangat berharap kepada pemerintah secepatnya turun tangan, agar akses menuju Goa Jepang bisa segera dilalui kembali. Karena objek wisata tersebut telah menjadi salah satu sumber perekonomian warga setempat. Selain itu, peristiwa tersebut membuat banyak pengunjung yang kecele. Mereka tidak mengetahui kalau akses tertutup tanah longsor.

Mereka kemudian memilih putar balik karena mendapati kondisi tersebut. Karena hal ini warga mulai khawatir apabila dalam jangka waktu terlalu lama maka bisa jadi pengunjung tidak lagi minat ke Goa Jepang.

Kalau harapan kami, segera bisa dibuka, warga bisa beraktivitas kembali, kan ini sumber perekonomian warga. Saya lihat juga banyak pengunjung (Goa Jepang) putar balik kecele tidak tahu kalau jalan tertimbun (longsor),” ujar Pardilan, sa;ah seorang warga, kepada sorot.co, Jumat (22/03).

Pardilan mengungkapkan, bencana tanah longsor dalam kategori parah baru pertama kali ini terjadi. Ia menyebut ada sebanyak 8 titik longsoran di sepanjang jalan menuju Goa Jepang. Dua titik di antaranya sampai membuat akses tertutup total hingga ketebalan timbunan material mencapai 2-3 meter. 

Menurut Pardilan, banyaknya titik longsoran tersebut karena wilayah perbukitan di sepanjang jalan menuju Goa Jepang itu memiliki kontur tanah yang labil, sehingga saat terjadi hujan lebat tebing di kanan kiri jalan dapat mengalami longsor.

Sebelumnya, Ketua Pokdarwis Surocolo Rutijo kepada sorot.co menyampaikan akibat bencana tersebut aktivitas di objek wisata Goa Jepang lumpuh total. Mengenai evakuasi terhadap material longsoran, pihaknya telah melaporkan ke BPBD Bantul.

Material longsoran akan dievakuasi dengan menggunakan alat berat namun sampai saat ini masih menunggu antrian karena alat berat masih digunakan di lokasi lain.