Warga Ngreco Terisolir, Butuh Alat Berat Singkirkan Material Longsor
Peristiwa

Warga Ngreco Terisolir, Butuh Alat Berat Singkirkan Material Longsor

Pundong, (bantul.sorot.co)--Sebanyak 6 kepala keluarga (KK) dengan total jiwa sekitar 15 orang di Padukuhan Ngreco RT 02, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, sampai sekarang masih terisolir.

Pasalnya akses jalan kampung yang biasa mereka lewati kini masih tertimbun material longsoran berupa tanah bercampur pohon bambu. Warga tidak mampu melakukan pembersihan terhadap material longsoran tersebut. Sebab jumlah material yang menumpuk sangat banyak mencapai ketinggian sekitar 3 meter.

Dukuh Ngreco, Sakijo menjelaskan, dampak dari hujan lebat yang terjadi pada Minggu (17/03) terjadi musibah tanah longsor di wilayahnya. Tercatat ada 6 titik tanah longsor yang tersebar di dua RT yakni 01 dan 02. Dari enam titik tersebut ada satu titik yang bisa dibilang parah karena timbunan material longsoran sampai mengakibatkan warga menjadi terisolir.

"Alhamdulillah tidak ada korban, tapi ada titik longsoran sangat parah karena menutup akses jalan, membuat warga terisolir," ujarnya, Rabu (20/03/2019).

Sakijo merinci KK terdiri dari belasan jiwa yang hingga kini masih terisolir diantaranya yakni Sawiyan, Slamet, Badi, Yukijem, Rutijo dan Sudi Wiyono. 

Kata Dukuh, keenam KK tersebut tidak bisa keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor jika hendak beraktivitas. Hal ini karena akses jalan tersebut sampai saat ini masih tertimbun material longsoran yang memiliki panjang 10 meter dan lebar mencapai 20 meter.

"Itu material longsoran, tingginya hampir sama dengan rumah (Sawiyan) kira-kira 3 meter," tandasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Sakijo, telah ia sampaikan ke Pemerintah Desa Seloharjo. Sementara, dari informasi yang sudah ia peroleh akan ada alat berat yang diterjunkan mengevakuasi longsoran, namun demikian masih menunggu antrian.

Sekali lagi Sakijo tegaskan, bahwa evakuasi terhadap material longsoran tidak mungkin dilakukan oleh masyarakat karena jumlah tumpukan material yang sangat banyak. Dia harap pihak berwenang segera mendatangkan alat berat dan armada untuk mengangkut material longsoran.

"Ya bisa gotong-royong tapi butuh waktu lama, kami berharap ada alat berat," pungkasnya.