Jembatan Jebol Diterjang Banjir, Warga Terpaksa Memutar Berkilo-kilometer
Peristiwa

Jembatan Jebol Diterjang Banjir, Warga Terpaksa Memutar Berkilo-kilometer

Imogiri, (bantul.sorot.co)--Dihantam banjir bandang pada Minggu (17/03) malam sekitar pukul 18.30 WIB, jembatan permanen di Padukuhan Srunggo 2, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri menglami jebol.

Dampak dari peristiwa tersebut puluhan warga yang tinggal khususnya di RT 12 Padukuhan Srunggo 2 menjadi terisolasi. Kendati ada jalur alternatif di wilayah tersebut, namun demikian dengan warga terpaksa harus memutar lebih jauh.

Warga yang berdomisili dekat dengan jembatan, Taufiq menceritakan, jembatan yang memiliki lebar sekitar 1,5 meter dengan panjang sekitar 10 meter ambrol setelah diterjang banjir bah aliran sungai di padukuhan setempat.

Taufiq mengatakan, saat peristiwa tersebut terjadi arus air sangat deras sebab sungai merupakan hilir yang menampung aliran air dari atas bukit Goa Cerme.

Karena saking besarnya arus, sungai sudah tidak lagi mampu menampung air sampai-sampai terjangan air meluas ke areal persawahan warga, bahkan air sampai melompat di atas jembatan.

"Jembatan waktu itu sampai tidak terlihat. Hantaman arus saat itu intensitas sangat tinggi. Karena hantaman tidak berhenti-henti itu jembatan akhirnya jebol," kata Taufiq, Selasa (19/03/2019).

Lantaran hal ini sebanyak puluhan warga yang tinggal di RT 12, terpaksa terhambat melakukan berbagai aktifitas seperti bidang pertanian, perekonomian dan pendidikan. Warga harus mengambil jalur lain lebih jauh dengan rentang waktu lebih lama dari pada sebelum jembatan tersebut jebol. 

"Kalau mau ke kota (Bantul) ada jalur lain di kampung tapi harus muter mungkin ada 2 kilometer. Kalau lewat sini (jembatan jebol) lebih cepat," tandasnya.

Taufiq dengan sejumlah warga setempat, saat ditemui sorot.co di sekitar lokasi jembatan, berharap kepada pihak yang berwenang agar jembatan bisa segera diperbaiki. Hal tersebut agar warga bisa beraktifitas bisa normal seperti sediakala. Untuk sementara waktu warga telah bergotong royong membuat jembatan darurat dengan bambu (sesek).