Ketua DPD Golkar DIY, Tolak  Pembubaran MUI, Jika  Bubar  Akan  Terjadi  Kegaduhan
Politik

Ketua DPD Golkar DIY, Tolak Pembubaran MUI, Jika Bubar Akan Terjadi Kegaduhan

Imogiri (bantul.sorot.co)-Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) RI Zain An Najah ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat dalam jaringan terorisme. Pasca penangkapan itu menggema wacana pembubaran MUI. Hal ini pun menjadi polemik di tengah tengah masyarakat. Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman pun turut buka suara terkait hal tersebut.

Politisi gaek partai berlambang pohon beringin ini dengan tegas menolak wacana pembubaran MUI. Menurut dia, MUI yang merupakan warisan Presiden Soeharto ini dibentuk tujuannya menyatukan para ulama di tanah air. Terlebih para ulama memiliki peran sentral di negara ini. Jika sampai dibubarkan, Gandung menyakini bakal terjadi kegaduhan yang luar biasa.

"Saya yakin kalau MUI sampai dibubarkan akan terjadi kegaduhan," ujarnya, dalam acara sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Graha Gandung Pardiman Center (GPC) Karangtengah Imogiri Bantul, Minggu (21/11/2021).

Wacana pembubaran MUI dinilainya terlalu berlebihan. Menurut dia, bila ada anggota MUI yang terindikasi terorisme, oknumnya itu yang harus disingkirkan bukan lembaganya. Sebab MUI ini masih dibutuhkan guna membina umat, menjaga nilai nilai luhur agama bagi kehidupan masyarakat. Termasuk nilai nilai luhur yang ada dalam Pancasila. 

Bila adanya kejadian ini kemudian MUI dituduh terpapar terorisme, jelas tuduhan itu tak mendasar. Sebab terkait terorisme MUI pun cukup keras, hal ini terbukti dengan terbitnya fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2004 tentang Terorisme.

"Jadi jelas kemarin yang ditangkap oleh Densus tidak ada kaitannya dengan MUI. Sekali lagi saya tegaskan, masak di rumah ada tikus terus rumahnya dibakar. Jelas ini tidak masuk akal,"tegas anggota Komisi VII DPR-RI.

"Mari kita galakkan gerakan Selamatkan MUI. Saya menduga yang menyerukan bubarkan MUI berideologi komunis. Sebab selama ini Ulama adalah musuh Komunis, " tegasnya.