Program Padat Karya Hasilnya Memuaskan, Pemkab Bakal Terus Kembangkan
Sosial

Program Padat Karya Hasilnya Memuaskan, Pemkab Bakal Terus Kembangkan

Pajangan,(bantul.sorot.co)--Bangunan infrastruktur pedesaan yang digarap dengan model padat karya lebih berkualitas dari pada dipihakketigakan. Oleh karenanya pola seperti ini akan terus dikembangkan oleh Pemkab Bantul di Bumi Projotamansari.

Pola seperti ini yang terus akan kita kembangkan karena terbukti padat karya itu hasilnya lebih bagus. Lebih berkualitas dari pada jika dipihakketigakan, ujar Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, usai melakukan pencanangan dimulainya kegiatan padat karya insfratruktur Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2021 di Padukuhan Bungsing, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Rabu (04/08).

Disisi lain model seperti ini akan membuat masyarakat lebih memiliki rasa handerbeni, oleh karenanya tak hanya sampai pada membangun bangunan saja namun bagaimana mereka juga turut menjaga bangunan tersebut. 

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa program padat karya ini mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan. Alhasil dengan sarana dan prasarana yang semakin bagus maka otomatis produktivitas masyarakat makin meningkat. Disamping itu, program ini sangat membantu mengurangi angka pengangguran yang jumlahnya terus bertambah. Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul mencatat sampai kini jumlah pengangguran di Bantul mencapai 24 ribu orang.

Ini (program padat karya) bisa mempercepat membangun infrastruktur pedesaan atau di kabupaten Bantul. Kalau jalannya bagus, sarana dan prasarana bagus produktivitasnya meningkat. Apalagi ini jalan untuk sarana mobilitas barang maupun jasa. Kalau bagus dan lancar usaha lebih efisien. Lebih lebih pandemi ini masyarakat terdampak langsung bisa menyerap tenaga kerja. Dan bisa menghasilkan penghasilan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti menyampaikan bahwa kegiatan padat karya yang anggarannya melalui bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada sebanyak 60 lokasi, tersebar di sebanyak 16 kapanewon dengan penyerapan tenaga kerjanya per lokasi sebanyak 52 orang. Sedangkan padat karya yang didanai APBD Kabupaten Bantul jumlahnya 103 titik tersebar di sebanyak 17 kapanewon. Serapan tenaga kerja per lokasi sebanyak 26 orang.