Racun Sianida Diduga Bermotif Cinta Segitiga
Hukum & Kriminal

Racun Sianida Diduga Bermotif Cinta Segitiga

Bantul, (bantul.sorot.co)--Cinta segitiga diduga menjadi motif dibalik kasus racun Sianida yang menewaskan seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya (10) warga Padukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi menerangkan bahwa kasus ini bermula ketika tersangka yang merupakan karyawan salon di wilayah Umbulharjo Yogyakarta, memiliki beberapa pelanggan, diantaranya dua orang pria yang diketahui masing-masing berinisial R dan T.

Lantaran kerapkali bersua dengan tersangka dan memang telah menjadi pelanggan setianya, R ini muncul perasaan suka terhadap tersangka. Namun perasaan R itu tampaknya bertepuk sebelah tangan.

Wanita kelahiran 1996 yang diketahui tinggal di Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, justru menaruh rasa sayang dengan pelanggan lain yang diketahui berinisial T, anggota polisi.

"Salah satu pelanggan inisial R suka terhadap tersangka, tetapi tersangka tidak suka dengan R. Tersangka ini justru menyukai pelanggan lain yang berinisial T," ujar AKP Ngadi, Senin (03/05/2021) siang.

Peristiwa ini kemudian terjadi saat tersangka ini suka dengan T, namun setiap kali ada permasalahan, ia sambat dengan R. Entah persoalan apa yang kemudian membuat tersangka ini sakit hati. R ini kemudian menyarankan agar tersangka memberikan pelajaran kepada T, dengan cara memberikan kalium Sianida (KCN) yang dicampur dengan makanan. 

"(Kata R) efeknya hanya muntah dan diare," tandasnya.

Tersangka yang menuruti anjuran R itu tanpa berpikir panjang lantas membeli KCN via online. Setelah memperoleh KCN tersebut, ia kemudian membeli paket makanan sate yang bumbunya telah dicampuri dengan racun KCN padat yang mematikan tersebut.

Selanjutnya, atas saran R, tersangka diminta mencari tukang ojek online namun tanpa aplikasi, tujuannya supaya pengirim tidak terlacak. Akhirnya tersangka mendapati, seorang pria tukang ojek online bernama Bandiman. Pria 47 tahun warga Padukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon ini kemudian mengantarkan paket makanan tersebut kepada T, yang diketahui bertempat tinggal di Villa Bukit Asri Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan.

Sesampainya di sana, Bandiman tidak bertemu dengan T, namun bertemu dengan istrinya. Sementara karena istri T tidak merasa memesan makanan tersebut, ia memberikan makanan tersebut kepada Bandiman.

Hingga akhirnya paket makanan tersebut disantap menjelang berbuka puasa bersama istri dan seorang anaknya. Alhasil setelah menyantap makanan tersebut, sang istri keracunan namun berhasil selamat, sedangkan nyawa anaknya tak tertolong.