Dipicu Godain Istri, Warga Banguntapan Tega Bunuh Sepupu
Hukum & Kriminal

Dipicu Godain Istri, Warga Banguntapan Tega Bunuh Sepupu

Bantul, (bantul.sorot.co)--Kasus pembunuhan terjadi di Banguntapan. Seorang karyawan pabrik wajan nekat menjerat bosnya yang juga sepupunya sendiri dengan kawat hingga tewas. Pelaku diketahui bernama NK (22) pemuda asal Dusun Loa Bakung, Desa Sungai Kujang, Kecamatan Samarinda, Kalimantan Timur.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, menerangkan kasus pembunuhan tersebut berawal saat korban Budiyantoro (38) menyetir mobil Toyota Innova miliknya Selasa (30/3/2021) pada pukul 23.00 WIB di sekitar rumahnya di Padukuhan Grojogan, Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan.

Korban yang melihat pelaku berjalan lantas memintanya untuk masuk ke dalam mobil. Ketika pelaku masuk, tiba-tiba langsung menjerat leher korban hingga tewas.

Pelaku ini sepupu korban. Pelaku bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh korban, ungkap Ngadi, Rabu (31/3/2021).

Setelah korban tewas, pelaku lantas mengambil kemudi kendaraan korban dan membuang jenazah korban di sebuah selokan dekat jembatan Selogedong, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu. 

Tak hanya itu, pelaku kemudian membuang barang bukti berupa kawat, dan parang di Godean. Dia juga membuang nomor polisi mobil dan merusak kaca.

"Pelaku merusak dan mencopot plat agar terlihat seperti dirampok dan sudah merencanakan pembunuhan itu,” imbuh Ngadi.

Pelaku berusaha melarikan diri ke arah Kapanewon Nanggulan, namun pada sekitar pukul 03.00 WIB di tengah perjalanan dia diberhentikan anggota Satreskrim Polres Kulon Progo yang sedang berpatroli di wilayah tersebut karena melihat mobil tanpa plat nomor yang melintas.

Dari hasil penelusuran polisi, pelaku yang awalnya mengatakan mobil tersebut adalah barang curian akhirnya mengakui bahwa ia telah membunuh korban.

Kepolisian Polres Bantul yang menulusuri kasus tersebut akhirnya mengetahui motif pelaku membunuh korban adalah karena korban sering membully pelaku. Ia akan membunuh pelaku lantaran pelaku kerap menggoda istri korban.

"Dari pengakuan tersangka dia sering di-bully hendak dibunuh korban. Kemudian pelaku berpikir, dari pada dibunuh memutuskan membunuh duluan," terang Ngadi.

Dari keterangan keluarga korban, pelaku memang benar sering menggoda istri korban hingga membuat korban marah dan memecat pelaku dari perusahaannya.

Kini pelaku sudah diamankan Polres Bantul dan dijerat pasal 340 KUHP pembunuhan berencana, dengan maksimal ancaman 20 tahun penjara.