Meski Omzet Terus Turun, Perajin Blangkon Tetap Jalan Terus
Ekonomi

Meski Omzet Terus Turun, Perajin Blangkon Tetap Jalan Terus

Pajangan, (bantul.sorot.co)--Pandemi covid-19 sekarang ini tak hanya mengancam kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat pun mendapat pukulan karenanya. Banyak sektor usaha yang kehilangan konsumen dan akhirnya bangkrut, namun ada juga sektor usaha yang tetap bertahan meski keadaan kian sulit.

Seperti yang dialami oleh Sumaryadi, warga Dusun Kentolan Kidul, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan ini masih terus menekuni usaha kerajinan blangkon miliknya meskipun pendapatannya tidak sebesar hari-hari sebelum pandemi.

Pria yang akrab dipanggil Yad ini mengatakan efek pandemi covid-19 benar-benar membuatnya harus memutar otak.

Yad mengungkapkan, sebelumnya ia dapat memproduksi hingga 3.500 blangkon tiap bulannya dengan harga per blangkon mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 250 ribu. Namun sekarang ia hanya mampu memproduksi 800 buah saja tiap bulan. Hal tersebut diakuinya karena permintaan pasar yang terus menurun.

Ya mau bagaimana lagi, kondisinya seperti ini,” ujarnya, Rabu (24/2/2021).

Yad yang sudah menekuni usahanya selama 21 tahun ini membuat berbagai macam blangkon adat jogja maupun Solo. Ia juga membuat berbagai penutup kepala tradisonal seperti Udeng Bali dan lainnya. 

Dari usahanya tersebut ia mendapat pesanan dari berbagai daerah hingga luar negeri seperti Malaysia, Singapura, bahkan Suriname.

Sayangnya, selama setahun terakhir buah manis pekerjaannya urung ia dapatkan. Bahkan ia harus mengurangi jumlah karyawannya yang awalnya 20 orang menjadi 10 orang saja.

Ya, mau nggak mau harus mengurangi karyawan. Supaya bisa bertahan terus,” ungkap Yad.

Meskipun omzetnya turun dari yang semula bisa mencapai lebih dari Rp 40 juta tiap bulan menjadi kurang dari Rp 20 juta. Yad mengaku akan tetap terus menjalankan bisnisnya sambil terus berharap agar situasi pandemi covid-19 segera berakhir. (Naufal)