Meski Sepi, Perajin Sangkar Perkutut Tetap Jalan di Tengah Pandemi
Peristiwa

Meski Sepi, Perajin Sangkar Perkutut Tetap Jalan di Tengah Pandemi

Sedayu, (bantul.sorot.co)--Di tengah pandemi covid-19 sekarang ini, kesehatan bukan satu-satunya hal yang terdampak, namun ekonomi masyarakat pun mendapat pukulan besar. Banyak sektor usaha yang kehilangan konsumen dan akhirnya gulung tikar, namun ada juga sektor usaha yang tetap bertahan meski keadaan sedang memprihatinkan.

Seperti yang dialami oleh Margono, warga Padukuhan Gunungmojo, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu. Ia masih terus menekuni usaha kerajinan sangkar perkutut miliknya meskipun pendapatannya tidak seperti hari-hari biasa. Ia mengatakan, dirinya harus memikirkan nasib 30 perajin yang bergantung padanya.

Kalau saya berhenti, perajin yang ikut saya bagaimana? Wong sekarang kahanan sedang sulit,” ungkapnya, Sabtu (13/02/2021).

Saat sebelum pandemi, Margono dapat memproduksi 1.000 sangkar tiap bulannya dengan harga tiap sangkarnya dihargai kisaran Rp 135 ribu hingga Rp 400 ribu tergantung model. Dari produksinya tersebut, ia dapat mengantongi omzet sekitar Rp 100 juta per bulan. Namun sejak adanya pandemi covid-19 ia tidak bisa menaksir berapa persen penurunan omzetnya. 

Kalau turun jelas turun, tapi kalau ditanya berapa menurunnya saya malah mumet,” keluh Margono.

Pria yang juga memiliki warung mie ayam itu mengatakan, biasanya pesanan sangkar datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Semarang, Salatiga hingga Bali. Tapi sekarang hasil kerajinannya banyak yang menumpuk di rumahnya.

Menyiasati hal tersebut, pria yang menekuni usaha kerajinan sangkar perkutut sejak 2008 ini memilih mengendalikan produksinya. Ia mengurangi bahan baku yang biasa diambil oleh ketigapuluh perajinnya agar barang tidak terlalu banyak menumpuk.

Umpamanya kalau kita produksi 800 tiap bulan, tapi yang terjual 500 kan ya rugi. Makanya produksi saya batasi dulu,” ungkap Margono.

Margono berharap semoga situasi sulit ini segera berlalu dan semua bisa kembali normal seperti sediakala. (Naufal)