Ketum PSI Sentil Partai dan Orang yang Ngaku Nasionalis Tapi Bungkam Kasus Intoleransi
Politik

Ketum PSI Sentil Partai dan Orang yang Ngaku Nasionalis Tapi Bungkam Kasus Intoleransi

Banguntapan, (bantul.sorot.co)--Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan bahwa bangsa Indonesia kini terjadi sebuah fenomena yang mengancam semangat persatuan dan kesatuan antar anak bangsa.

Grace mengungkapkan, fenomena berbahaya itu ia sebut sebagai normalisasi intoleransi. Dia lantas menjelaskan bahwa normalisasi intoleransi yakni adanya partai atau orang yang mengaku-ngaku dirinya nasionalis namun bungkam terhadap perkara-perkara intoleransi.

"Kami melihat ada sebuah fenomena yang meresahkan betul. Meresahkan untuk persatuan Indonesia, yaitu terjadinya normalisasi intoleransi. Apa itu normalisasi intoleransi, kita melihat semakin banyak, semakin sering rumah ibadah ditutup langsung oleh massa saat berlangsung ibadah, tapi tidak ada yang bersuara.

Ia melihat semakin banyak korban-korban yang terjerat dalam penodaan agama tidak ada yang bersuara. Kemudian, sampai orang yang sudah mati sekalipun sudah tidak ada lagi nyawanya tidak luput dari intoleransi diskriminasi. 

Termasuk yang terjadi di Jogja bulan Desember (2018) lalu, ujarnya Grace Natalie saat menyampaikan pidato politik di acara Festival 11 Jogjakarta di Jogja Expo (JEC) Banguntapan, Senin (11/03/2019) malam.

Parahnya lagi, kata Grace, terhadap berbagai macam perbuatan normalisasi intoleransi mereka malah menilai bahwa hal-hal tersebut sebagai sesuatu hal yang lumrah. Bahkan terhadap kasus-kasus intoleransi ada kecenderungan pihak korban yang dipersalahkan.

"PSI hari ini meneguhkan kembali komitmen kami terhadap dua agenda utama kami yang pertama kami anti korupsi dan yang kedua, anti intoleransi. Kami tidak mau seperti seperti para nasionalis gadungan yang tidak bersuara. Menyebut dirinya nasionalis tapi ketika peristiwa-peristiwa intoleransi terjadi, semakin marak di negeri ini mereka diam seribu bahasa," tandasnya.