Ribuan Obat Keras Ilegal Diamankan, Lima Orang Ditangkap
Hukum & Kriminal

Ribuan Obat Keras Ilegal Diamankan, Lima Orang Ditangkap

Bantul, (bantul.sorot.co)--Seorang pemuda berinisial SH (35) warga Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman berhasil ditangkap Sat Resnarkoba Polres Bantul. Pria ini diduga telah menjual obat keras ilegal untuk dikonsumsi publik.

SH berhasil dibekuk di rumahnya pada Selasa (05/02/2019). Tak tanggung-tanggung, dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan 19 botol yang masing-masing botol berisi 1.000 butir Trihexyphenidyl. Di hadapan petugas, ia mengaku mendapatkan barang terlarang tersebut melalui jual beli online.

Diutarakan oleh Kasat Resnarkoba Polres Bantul, AKP Andhyka Donny didampingi Kasubbag Humas Polres, Sulistiyaningsih, barang bukti yang berhasil diamankan pihaknya termasuk obat keras yang masuk daftar G.

Penangkapan SH berawal dari diamankannya 3 tersangka lain yakni SP (32) ES (29) dan AF (19) yang merupakan warga Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul pada Selasa (05/02/2019).

Dari tangan ketiganya petugas mengamankan barang bukti sebanyak 127 butir Trihexyphenidyl. Mereka mengaku mendapatkan obat-obatan ini dari SH. Kebanyakan konsumen mereka berasal dari kalangan buruh dan pengangguran. Keuntungan yang didapat dari penjualan obat-obatan keras ini cukup besar.

Per botolnya isi 1.000 butir dibeli dengan harga Rp 1 juta, kemudian dijual secara ecer, per paketnya isi 10 butir dan dijual Rp 35 ribu, keuntungan bisa mencapai Rp 3 juta lebih per botolnya,” ujar Andhyka, Jumat (08/02/2019).

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka dijerat pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. 

Selain menangkap jaringan di atas, Satresnarkoba Polres Bantul juga mengamankan satu tersangka peredaran Narkoba lainnya berinisial AD (34).

AD disergap petugas di rumahnya di Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Bantul pada Senin (04/02/2019).

Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti berupa Psikotropika jenis Alprazolam sebanyak 50 butir dan obat daftar G Trihexyphenidyl sebanyak 6.060 butir.

Akibat perbuatannya ini, AD terjerat dua pasal sekaligus yakni pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukumannya paling lama 5 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 100 juta dan pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Ancamannya pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar, pungkasnya.