Mabuk - mabukan Motif Residivis Gasak Handphone
Hukum & Kriminal

Mabuk - mabukan Motif Residivis Gasak Handphone

Kretek, (bantul.sorot.co)--Seorang nelayan Pantai Depok Desa Parangtritis berinisial S (34) alias Cery warga Desa Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Kretek. Dia diduga telah melakukan pencurian sebanyak 3 buah handphone. 

Dari hasil pemeriksaan jajaran penyidik Reskrim, pemuda yang sekujur tubuhnya penuh dengan tato tersebut diketahui sebagai residivis kasus pencurian dengan pemberatan. Dia pernah meringkuk di balik jeruji besi sebanyak 2 kali di wilayah hukum Cilacap dan Bantul.

"Dari catatan kepolisian, dia pernah dijebloskan ke dalam penjara dua kali kasus yang sama (curat) di wilayah Cilacap dan Bantul," ujar Kanit Reskrim Polsek Kretek, Iptu Jumadi, Senin (04/02/2019).

Kini dia bakal kembali meringkuk di balik jeruji besi setelah terbukti melakukan pencurian tiga buah handphone milik Khoirul Anwar, warga Padukuhan Samiran, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek. 

Dia terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman paling lama 7 tahun. Sementara itu  motif dari perbuatannya karena ingin mendapatkan uang dengan jalan pintas. Kemudian uang hasil kejahatannya tersebut ia gunakan untuk berfoya-foya. 

"Dia suka mabuk-mabukan," tandasnya.

Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga telah menyita barang bukti tiga buah handphone masing-masing merk Xiaomi, Oppo dan Samsung. Untuk handphone Xiaomi sudah ia jual seharga Rp 900 ribu, Samsung diberikan pacarnya, sedangkan Oppo ia pakai sendiri. Namun demikian semua barang bukti tersebut telah disita. 

Diberitakan sebelumnya, S ditangkap jajaran Reskrim Kretek karena telah melakukan pencurian sebanyak 3 buah handphone milik samiran di jok motor yang terparkir di Landasan Pacu Pantai Depok Desa Parangtritis pada 9 Januari 2019.

Korban malam itu, sedang menjaring ikan di Pantai Depok. Sementara motor Honda Beat ia parkir di Landasan Pacu. Ketika hendak pulang, korban terkejut jok dalam keadaan terbuka sementara itu barang-barang di dalamnya raib. Akibat peristiwa itu ia mengalami kerugian sebesar Rp 4,5 juta.