Tanggapi Sedekah Laut, Menag Sebut Agama dan Budaya Tak Bisa Dipisahkan
Budaya

Tanggapi Sedekah Laut, Menag Sebut Agama dan Budaya Tak Bisa Dipisahkan

Bantul,(bantul.sorot.co)--Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa agama dengan budaya tidak bisa dipisahkan. Dalam konteks Indonesia yang plural budayanya tersebut saling mengikat.

Seperti halnya kasus perusakan properti kegiatan sedekah laut di Pantai Baru Poncosari Srandakan, pada pertengahan Oktober 2018 lalu, merupakan bagian dari budaya. Saat itu, kegiatan sedekah laut diwarnai intimidasi dan perusakan oleh kelompok ormas tertentu. Akibatnya, rencana sedekah laut yang digelar oleh masyarakat setempat tiap tahun itu batal dilaksanakan.

"Menurut saya, dalam konteks Indonesia yang sangat kaya, sangat beragam budayanya yang sekaligus masyarakat sangat agamis. Maka antara budaya dengan agama ini dua hal yang tidak bisa dipisahkan sama sekali, ini melekat menyatu," ujarnya, saat mengikuti sarasehan reaktualisasi relasi budaya dan agama bersama budayawan dan agamawan di Homestay Tembi, desa Timbulnya Sewon, Sabtu (03/11).

Lukman Hakim menambahkan, pengejawantahan atau membumikan nilai-nilai agama di tanah air tak bisa lepas dari praktik budaya. Demikian juga dengan budaya, ia hidup dan berkembang tak terpisahkan dengan nilai agama. Namun kemudian jangan sampai budaya yang tumbuh bertentangan dengan patokan nilai-nilai agama. 

"Ini sekedar contoh, budaya atau kebiasaan membunuh orang, tentu itu bukan sesuatu yang memiliki keterkaitan dengan jati diri Indonesia. Karena bangsa Indonesia itu sangat religius, jadi semua budaya yang berkembang itu adalah pengejawantahan dari nilai nilai agama. Apa yang ada kita pelihara kita jaga bersama dengan terus mengedepankan sisi religiusitas dan spiritualis dari budaya yang memang sangat agamamis," tandasnya.