ASN Acungkan Jari, Melanggar Aturan?
Politik

ASN Acungkan Jari, Melanggar Aturan?

Bantul,(bantul.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai Aparatur Sipil Negara (ASN) swafoto dengan mengajungkan jari sebagai simbol pasangan Pilpres 2019 tidak diatur secara spesifik. Ihwal mengajungkan jari bagi pejabat negara termasuk ASN merujuk pada PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Didik Joko Nugroho menjelaskan, dalam PKPU Nomor 23/2018, kampanye diartikan penyampaian visi misi dan ada ajakan untuk memilih salah satu calon baik pada pilihan legislatif, DPD RI maupun Capres-Cawapres.

"Kalau secara spesifik tidak diatur (mengajungkan jari-red), merujuk arti kampanye ada penyampaian visi misi  dan ajakan milih. Menurut saya sesuai dengan konteksnya atau kondisi," ujarnya. 

Sementara itu, ihwal ASN yang terlibat dalam politik praktis. Didik menegaskan bahwa ASN memang harus bersikap netral. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang ASN Nomor 05 Tahun 2014 tentang ASN, pasal 2 huruf 1.  

Terkait berswafoto, kata Didik, bermasalah jika memang ASN secara sengaja foto bersama calon yang ikut dalam kontestasi pemilihan umum 2019.