BPJS Terapkan Aturan Anyar, Jumlah Pasien di RSUD Bantul Turun Drastis
Sosial

BPJS Terapkan Aturan Anyar, Jumlah Pasien di RSUD Bantul Turun Drastis

Bantul,(bantul.sorot.co)--Kebijakan yang diterapkan BPJS Kesehatan yang mengatur terkait rujukan berjenjang telah berdampak terhadap banyak rumah sakit dengan tipe tertentu. Seperti yang dialami oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul. Sejak kebijakan tersebut diterapkan, jumlah pasien di rumah sakit tipe D ini mengalami penurunan yang sangat drastis.

Menurut Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dokter I Wayan Marthana Widiana Kedel, dalam kebijakan itu pasien dengan jaminan BPJS harus dirujuk terlebih dahulu ke rumah sakit tipe D, kemudian tipe C. Jika rumah sakit tipe D dan C tidak memiliki SDM (sumber daya manusia) dan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan pasien barulah peserta bisa dirujuk ke rumah sakit tipe B.

Memang rujukan berjenjang ini mulai diterapkan mulai 16 September 2018 dan menurut pihak BPJS kebijakan itu sudah disosisalisakan kepada masyarakat. Dan sejak kebijakan mulai diterapkan hingga akhir September itu memang sudah berdampak pada jumlah pasien terasa sekali penurunannya. Untuk pasien rawat jalan berkurang 30 persen dan pasien rawat inap berkurang 16 persen,” papar Wayan Marthana, dihubungi Rabu (10/10/2018).

Bahkan, hingga minggu pertama bulan Oktober ini jumlah penurunan pasien terus bertambah hingga mencapai 50 persen dari sebelumnya. Disebutkan, sebelum kebijakan rujukan berjenjang diberlakukan, jumlah pasien rawat jalan di RSUD Panembahan Senopati berkisar antara 700-800 pasien per hari turun menjadi sekitar 400-450 pasien. Sedangkan untuk rawat inap dari sekitar 225-255 pasien turun menjadi sekitar 180 pasien. 

Dijelaskan, tren penurunan jumlah pasien rawat inap di RSUD Panembahan Senopati Bantul diperkirakan akan terus mengalami penurunan hingga dalam jangka waktu tiga bulan kedepan. Pasalnya, pasien yang saat ini masih menjalani perawatan merupakan pasien peserta rujukan BPJS yang berlaku hingga tiga bulan kedepan.

Ini akan berlangsung sampai mungkin pada kondisi limit stabil rendah itu pada kisaran Desember 2018. Karena pasien kita yang dirawat itu masih menggunakan surat rujukan dari Puskemas yang berlaku tiga bulan. Untuk penurunan pasien yang rawat inap penurunannya tidak se-ekstrem yang rawat jalan karena bisa masuk melalui IGD,” terangnya.

Sementara itu Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Agus Budi Raharja, menjelaskan dengan berkurangnya jumlah pasien tersebut secara otomatis akan mengurangi pendapatan atau pemasukan rumah sakit. Untuk menyikapi hal itu, langkah yang diambil jajaran managemen rumah sakit yakni dengan melakukan beberapa efisienasi operasional termasuk pengurangan anggaran rapat. Namun ia memastikan, belum ada upaya untuk melakukan perampingan karyawan terkait imbas dari penurunan jumlah pasien tersebut.

Kemungkinan ke arah itu (perampingan karyawan) ada, karena bagaimanapun kalau pemasukan sedikit, kebutuhan pelayanan sedikit, kan pastinya pegawainya butuhnya juga sedikit. Jadi akan ke arah sana tetapi kalau bisa ya ada solusi yang lain, bukan merumahkan. Untuk jumlah SDM di RSUD Panembahan Senopati Bantul sendiri mencapai sekitar 900-an karyawan terdiri dari PNS dan pegawai non PNS,” tegas Agus.