Ketangkep Sembunyi di Makam, Gasak Gawai, Dua Remaja Dibekuk
Hukum & Kriminal

Ketangkep Sembunyi di Makam, Gasak Gawai, Dua Remaja Dibekuk

Imogiri,(bantul.sorot.co)--Jajaran Unit Reskrim Polsek Imogiri membekuk dua tersangka penipuan dan penggelapan telepon genggam atau gawai. Kedua tersangka berinisial RBA (26) warga Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dan YP (19) warga Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Modus pelaku melancarkan aksinya tersebut dengan pura-pura sebagai pembeli gawai yang ditawarkan korbannya melalui salah satu situs jual beli online. Namun aksi para tersangka tersebut terbongkar pada Kamis (30/08) malam di Padukuhan Singosaren, Wukirsari.

"Tersangka ini cari-cari handphone (gawai) second yang dijual di toko jual beli online. Setelah mendapatkan barang incarannya, mereka pura-pura menjadi pembeli," ujar Kapolsek Imogiri, Kompol Anton Nugroho W, Jumat (14/09/2018).

Saat itu, lanjut Anton, mereka menawar sebuah gawai merek Vivo V9 milik Yudhistira Putro Nugroho (21) warga Mergangsan, Yogyakarta. Korban dalam situs jual-beli online memasang harga Rp 1.850.000. Tersangka pura-pura menawar, akhirnya deal harga sesuai dengan yang diharapkan korban. Mereka pun janjian untuk transaksi. 

Setelah terjadi kesepakatan harga, mereka menyewa jasa ojek online mencari kontrakan secara acak. Namun kontrakan yang hendak mereka sewa hanya akal-akalannya.

"Mereka acak pakai ojek online cari kontrakan, ketemu di wilayah Singosaren, Wukirsari. Setelah dapat kontrakan, korban dihubungi dengan mengshare lokasi. Di situ terjadi transaksi, korban nyerahkan gawai, pelaku pura-pura mengecek kondisinya. Setelah handphone ditangan mereka pamit ke kamar belakang pura-pura mau ngecek gawai tapi ternyata ke luar kontrakan pergi," tandasnya.

Namun apesnya, mereka yang hendak kabur menunggu jasa ojek online tidak datang-datang. Sementara itu, korban menaruh curiga dengan gelagat tersangka lantas mencari keberadaan tersangka.

Kehebohan pun terjadi saat para tersangka pergi menghilang dari dalam kontrakan. Dibantu warga sekitar korban mencari keberadaan tersangka yang diduga belum jauh dari tempat kejadian perkara.

"Sekitar jam 01.00 malam kedua tersangka baru ditemukan sembunyi di makam Singosaren. Mereka sempat menjadi bulan-bulanan massa tapi langsung kita evaluasi. Anggota saat itu juga ikut melakukan pencarian," ulas Anton.