Sengketa Tanah Tutupan Berakhir, Ahli Waris Sambut Gembira
Hukum & Kriminal

Sengketa Tanah Tutupan Berakhir, Ahli Waris Sambut Gembira

Kretek,(bantul.sorot.co)--Sengketa tanah tutupan di wilayah Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek menemui titik terang. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya melunak. Tanah seluas 106 hektar berleter C milik 256 orang di zaman Jepang 1942 akhirnya diberikan kepada ahli waris.

Hal membahagiakan tersebut disampaikan pejabat Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Negara (BPN) DIY bersama beberapa instansi terkait, kepada ahli waris tanah tutupan di Balai Desa Parangtritis, Rabu (13/09).

"Ahli waris tanah tutupan dikumpulkan kemarin, pemberitahuannya akan diberikan kepada pemilik," ujar Sardjija, Koordinator Masyarakat Pengelola Tanah Tutupan Parangtritis (MPT2P), Kamis (14/09/2019).

Perkara status tanah tutupan yang sudah jelas tersebut, para ahli waris mengaku bersyukur dan menyambut dengan penuh sukacita. 

"Ya senang, bersyukur kita berjuang ini lama sekali, akhirnya mendapatkan kepastian," tandas Sardjija.

Sebelumnya, konflik agraria tersebut mencuat pada 2013. Kala itu pemerintah DIY hendak membangun Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Sebagian JJLS akan melintasi tanah tutupan. Namun dalam perjalanannya ahli waris menuntut ganti rugi atas tanah tersebut. Pasalnya mereka menyakini jika tanah yang ia garap tersebut merupakan peninggalan nenek moyangnya.

Para ahli waris memiliki data otentik berupa peta 1942 yang masih tersimpan di Desa Parangtritis. Di dalam peta tersebut, menyebutkan secara detail tanah seluas 106 hektar Letter C milik 256 orang.