Merasa Dianaktirikan, Warga Pandak Geruduk DPRD Bantul
Peristiwa

Merasa Dianaktirikan, Warga Pandak Geruduk DPRD Bantul

Bantul,(bantul.sorot.co)--Puluhan warga Padukuhan Pandak, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Kamis (06/9/2018).

Warga yang berasal dari RT 05, 06 dan 07 memprotes kebijakan Pemerintah Desa Wijirejo karena telah menganaktirikan mereka dalam bidang pembangunan infrastruktur desa.

Dengan membawa poster dan sejumlah spanduk, massa menyuarakan protes mereka antara lain agar DPRD melakukan audit penggunaan Dana Desa di Desa Wijrejo. Dalam aksi unjuk rasa tersebut warga juga memprotes sikap pamong desa yang dinilai arogan dan tidak amanah.

Warga di tiga RT tersebut mengklaim, selama ini tidak pernah menerima program pembangunan dari Dana Desa yang telah dikucurkan dari pemerintah pusat. Warga sudah sering mengajukan proposal permintaan pembangunan, tetapi tidak pernah diberi dengan alasan ada wilayah lain yang dianggap priorotas.

Diakui ada program pengecoran jalan di wilayah RT 7, namun pembangunan belum selesai, anggaran sudah dialihkan ke wilayah lain.

RT 05, 06 dan 07 itu baru dapat sekali saja, pengecoran jalan dan belum selesai tetapi sudah dipindah-pindah lagi. Dulu itu cor jalan difokuskan ke RT 07 karena akses jalan pokok ada jurusan ke TK, SD, SMP, KUA, tetapi malah dibagi dua dengan RT 03,” ujar Ketua RT 07, Jumakir.

Selain itu, kata Jumakir, warga juga harus nombok dalam proses pembangunan cor jalan karena dinilai ada kesalahan volume oleh pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Bahkan, pihak desa melakukan pemotongan biaya upah tukang senilai Rp 5.000 dari kesepakatan awal. Dalam kesepakatan awal, pihak desa akan memberikan upah tukang sebesar Rp 6 juta tetapi hanya diberikan Rp 4,7 juta. 

Kenapa saya nombok, karena berdasarkan kesepakatan warga, upah untuk tukang itu dibelikan kembali material untuk menambah panjang cor jalan. Tetapi karena anggaran dari desa dipotong, sehingga saya nombok,” keluh Jumakir.

Selain itu, warga juga menyesalkan sikap oknum perangkat pamong desa yang dinilai sangat arogan dalam menerima usulan warga. Pasalnya, oknum pamong tersebut meminta warga RT 05, 06 dan 07 yang tidak terima dengan kebijakan pemerintah desa untuk pindah ke desa lain. Sikap itu dianggap sudah keterlaluan dan tidak menunjukkan sikap seorang pamong sebagai pelayan masyarakat.

Perwakilan warga akhirnya diterima oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul, Heru Sudibyo dan tiga orang anggota Komisi A. Di depan para wakil rakyat tersebut, perwakilan warga menyampaikan seluruh keluhan dan permasalahan yang dihadapi warga di tiga RT Padukuhan Pandak.