Butuh Biaya Pengobatan Ibunya, Alasan Terima Tawaran Joki Ujian
Hukum & Kriminal

Butuh Biaya Pengobatan Ibunya, Alasan Terima Tawaran Joki Ujian

Kasihan, (bantul.sorot.co)--Faktor ekonomi menjadi alasan BNP (19) warga Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah nekat menerima tawaran menjadi joki ujian masuk gelombang 4 salah satu peserta di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dari hasil pemeriksaan penyidik Unit Reskrim Polsek Kasihan, BNP mengaku motif dibalik aksinya itu lantaran ibunya saat ini menderita sakit stroke dan perlu biaya pengobatan.

"Ibunya sakit stroke sudah lama. Kami (Unit Reskrim Polsek Kasihan) langsung ke rumahnya. Dia berbuat (joki) itu karena terpaksa perlu biaya pengobatan," ujar Kanit Reskrim Polsek Kasihan, Iptu Arujianto, Jumat (10/08/2018).

Dijelaskan Aru sapaan Arujianto, gadis remaja yang baru lulus SMA tersebut menjadi tumpuan ekonomi keluarganya. Pasalnya, sang ayah telah meninggal dunia beberapa bulan silam karena sakit. 

BNP pun harus menggantikan posisi ayahnya membanting tulang untuk menghidupi ekonomi keluarganya. Tidak berhenti sampai disitu, BNP dalam setiap harinya harus merawat sang ibunda yang tergolek tak berdaya karena sakit stroke sejak beberapa bulan silam.

Begitu ada tawaran joki dengan imbalan Rp 30 juta dari seorang yang berinisial W, BNP pun tidak menolak. BNP mengaku sadar jika perbuatannya tersebut beresiko pada kasus hokum. Namun karena terdesak kebutuhan jalan tersebut terpaksa ia tempuh.

Kendati demikian, proses hukum terhadap BNP dan W pun terus berjalan.

Pihaknya telah menetapkan BNP dan W sebagai penyuruh atau bos BNP menjadi tersangka. Mereka akan dilakukan dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukumannya paling lama 6 tahun.