Tewaskan Suporter Laga Derby, Polisi Tangkap Enam Pelaku
Hukum & Kriminal

Tewaskan Suporter Laga Derby, Polisi Tangkap Enam Pelaku

Bantul, (bantul.sorot.co)--Jajaran Polres Bantul dibantu Polda DIY berhasil mengamankan enam pelaku pengeroyokan terhadap Muhammad Iqbal Setyawan warga Padukuhan Balong, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon hingga tewas. Bahkan tiga pemuda lain juga ikut menjadi korban hingga mengalami kritis, yakni Edi Nugroho, Ahmad Sidiq dan Angga Januari Yanto.

Mereka terlibat bentrok antar supporter pasca Laga Derby PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman di Stadion Sultan Agung, Kamis (26/07) lalu. Bentrokan yang terjadi menimbulkan banyak korban berjatuhan. Hingga pada akhirnya Iqbal yang merupakan anak polisi itu tewas setelah sempat mendapat perawatan intensif di RS Permata Husada.

Dijelaskan oleh Wakapolres Bantul, Kompol Mariska Efendi Susanto, penangkapan dilakukan pada Rabu (01/08) oleh tim gabungan Resmob Polres Bantul dan Unit Reskrim Polsek Jetis yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudi Prabowo. Tim Polres juga menggandeng Jatanras Polda DIY untuk membantu penangkapan.

Kami melakukan penangkapan terhadap 6 pelaku kekerasan di masing-masing tempat yang berbeda,” tuturnya saat Konferensi Pers di Mapolres Bantul, Kamis (09/08/2018).

Dari tangan enam tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu potong kemeja biru lengan pendek milik salah seorang pelaku berinisial HT, 1 unit gawai Xiaomi 5 plus milik tersangka LGF, dan sebuah jaket model parka warna hitam milik korban Ahmad Sidiq. 

Adapun keenam tersangka yang berhasil dibekuk yakni ATP alias Badi (19) warga Banguntapan, Bantul; LGF (21) warga Sewon, Bantul; MTS (21) warga Banguntapan, Bantul. Kemudian RA (22) warga Banguntapan, Bantul; FDK (22) warga Kotagede, Yogyakarta; dan HAT (22) warga Suryodiningratan, Yogyakarta.

Beberapa dari mereka ada yang masih berstatus mahasiswa. Keseluruhannya pelaku diamankan di Polsek Jetis guna proses hukum lebih lanjut,” tutur Wakapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 76 C UU RI nomor 17 tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 80 (3) UU yang sama pasal 170 KUHP.