Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta Tempati Peringkat Tertinggi se-Asia
Pendidikan

Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta Tempati Peringkat Tertinggi se-Asia

Sewon,(bantul.sorot.co)--Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Prof. Dr. M. Agus Burhan menyatakan, sebanyak tujuh program studi (prodi) di tiga fakultas telah memiliki akreditasi A. Prodi tersebut diantaranya Prodi Seni Tari dan Seni Musik (Fakultas Seni Pertunjukkan), prodi Seni Rupa Murni, Seni Kriya, Desain Interior dan Komunikasi (Fakultas Seni Rupa), serta jurusan Pencitraan dan Pengkajian Seni (Fakultas Pasca Sarjana).

Selain tujuh prodi, ISI Yogyakarta juga mendapatkan sertifikat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Akreditasi A ini berlaku selama lima tahun terhitung 15 Mei 2018 hingga 15 Mei 2023. Setiap lima tahun akan ada evaluasi, sehingga kami harus tetap meningkatkan kualitas perguruan tinggi kami,” papar Agus Burhan dalam siaran persnya, Rabu (8/8).

Ia menambahkan, ISI juga berhasil menempati peringat 17 dunia bidang Subject Performing Art dalam survei Quacquarelli Symonds (QS) World University Rangkings 2018. Hal ini menjadi prestasi tersendiri bagi ISI Yogyakarta karena tahun lalu ada di peringkat ke-24 dunia. Peringkat ini juga menjadikan ISI Yogyakarta sebagai kampus dengan peringkat tertinggi di Asia dalam bidang pertunjukan seni. 

Dikatakan, Quacquarelli Symonds (QS) World University Rangkings by Subject 2018 melakukan survei terhadap 1.000 perguruan tinggi dari 85 negara. Ada enam kriteria yang menjadi penilaian yaitu reputasi akademik, reputasi pegawai, rasio fakultas/mahasiswa, kutipan per fakultas, rasio fakultas internasional, dan rasio mahasiswa internasional.

Hasil survei itu dirilis pada pada 7 Juni 2018 lalu. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kinerja secara kolektif dari seluruh civitas akademis. Jadi bukan hanya tata kelola saja, tetapi juga menyangkut faktor sumber daya manusia yang didasarkan pada kualifikasi maupun jumlah dosen,” katanya

Dengan status Akreditasi A ini dan sejumlah prestasi tersebut, ISI Yogyakarta semakin diminati oleh anak bangsa untuk menuntut studi di kampus yang terletak di Jalan Parangtritis KM 6,5 Kecamatan Sewon tersebut. Animo masyarakat untuk masuk ke ISI Yogyakarta naik dari 5.000 pendaftar di tahun lalu menjadi sekitar 10.000 pendaftar pada tahun ini.

ISI Yogyakarta memiliki tiga jalur penerimaan mahasiswa baru diantaranya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMBPTN), Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Jalur Mandiri. Untuk jalur SNMPTN, ISI Yogyakarta memiliki 15 prodi yang ikut, secar total kuota atau daya tampungnya 287 kursi sementara pendaftar sebanyak 2010.

Adapun pendaftar terbanyak prodi Deskomvis (511 pendaftar) dan pendaftar paling sedikit jurusan Etnomusikologi. Sementara jalur SMBPTN jumlah pendaftar terbanyak prodi Deskomvis (1.712 pendaftar) dan prodi Desain Produk (15 pendaftar). Total kuota SMBPTN sebanyak 431 kuota dan pendaftar sebanyak 6.713 pendaftar.

Untuk jalur Mandiri kuota 426 kursi dan pendaftar 2.111 peserta. Dari sekian ini jurusan dengan pendaftar terbanyak 417 pendaftar jurusan Televisi dan Film. Sementara jumlah pendaftar paling sedikit jurusan Seni Pedalangan dengan 10 pendaftar.

Kuota di setiap jalur penerimaan tersebut yang menentukan pusat dan kami tidak dapat menentukan kuota. Dari animo yang ada, rata-rata pendaftar mengalami kenaikan 100 % dibanding tahun lalu,” terang Rektor.