Apes Anak Kosan, Laptop Dua Mahasiswa Digondol Pencuri
Hukum & Kriminal

Apes Anak Kosan, Laptop Dua Mahasiswa Digondol Pencuri

Kasihan,(bantul.sorot.co)--Aktivitas mahasiswa baru mulai terlihat di bulan Agustus ini. DIY, tak terkecuali Kabupaten Bantul kembali didatangi para perantau untuk mengenyam pendidikan perguruan tinggi. Pun begitu dengan mahasiswa lama yang satu per satu kembali usai menikmati libur tahun ajaran baru selama beberapa bulan.

Kos-kosan yang semula sepi sudah diramaikan lagi oleh mahasiswa. Kesempatan ini yang kemudian dimanfaatkan penjahat melancarkan aksi menebalkan dompet yang tipis.

Tak kurang dari 2 kasus pencurian laptop milik mahasiswa dilaporkan ke Polsek Kasihan terjadi di awal Agustus. Terakhir pada Minggu (05/08) menimpa Khoriul Fathoni (22) seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ia telah kehilangan satu buah laptop seharga Rp 15,5 juta merek Asus ROG seri GL 503 V.

Sebelum kejadian, ia meletakkan laptopnya itu di atas kepala saat sedang tidur di kamar kosnya di Padukuhan Rukeman, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan. Betapa kagetnya ia, saat terbangun sekitar pukul 08.30 WIB mendapati barang berharga untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya telah hilang dari tempat semula.

Sebelumnya, peristiwa yang sama juga menimpa mahasiswa UMY pada Jumat (27/07). Kali ini apes tersebut dirasakan Siti Nur Afifah (23) yang kehilangan sebuah laptop merek Samsung, ponsel merek Samsung, tablet 3V warna hitam, dan dompet berisi uang tunai Rp100 ribu.

Dua kasus pencurian laptop sudah terjadi di awal tahun ajaran baru ini. Korban sama-sama mahasiswa UMY,” jelas Kanit Reskrim Polsek Kasihan, Iptu Arujianta, Rabu (08/08/2018).

Korban pertama kali sadar telah kehilangan sekitar pukul 10.00 WIB di kamar kosnya yang berada di Padukuhan Sonopakis Lor, Desa Ngestirejo, Kecamatan Kasihan. Wanita ini mengaku tidak mengunci pintu kamar saat ditinggal mandi. 

Begitu kembali, ia terkejut mendapati barang-barangnya tersebut telah raib begitu saja. Siti pun harus menerima kerugian sekitar Rp 3,5 juta.

Atas adanya laporan ini, Arujianta mengaku kesulitan melakukan penyelidikan. Pasalnya di lokasi kejadian tidak ditemukan adanya CCTV yang bisa mendukung polisi mengungkap identitas pelaku. Ditambah lagi keterangan korban mengenai hilangnya laptop miliknya sangatlah minim.

"Kalau ada CCTV kita akan mudah melihat orangnya. Korban saya tanya tidak tahu kronologinya, hanya mengatakan dari jam sekian sampai jam sekian," terang dia.

Selain laptop, lanjut Arujianta, motor juga menjadi barang rawan incaran maling. Pasalnya, menurut dia, kebiasaan buruk mahasiswa memarkir kendaraannya tidak ditempat aman sehingga rawan terhadap pencurian.

"Kadang mahasiswa itu ada yang menaruh motor di halaman, dengan posisi kunci masih menancap. Bahkan kalau maling itu dikunci saja 2 menit bisa lepas," imbuhnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau kepada para mahasiswa untuk turut membantu memperkecil kesempatan pelaku kejahatan melakukan aksi. Hanya menjaga keselataman barang-barang berharga dengan baik dan menyimpannya di tempat yang aman.

"Saya berpesan kepada masyarakat terutama mahasiswa untuk lebih berhati-hati. Kita sosialisasi lewat Bhabinkamtibmas. Sebaiknya jika mau meninggalkan tepat seharusnya dikunci terlebih dahulu," imbau dia.