Perusahaan yang Tidak Daftarkan Karyawan ke BPJS Bakal Terima Sanksi
Sosial

Perusahaan yang Tidak Daftarkan Karyawan ke BPJS Bakal Terima Sanksi

Bantul,(bantul.sorot.co)--Keikutsertaan BPJS di DIY sudah mencapai 87 % dan termasuk tertinggi dari kabupaten/Kota se-Indonesia. Kepesertaan BPJS di DIY yakni Kabupaten Bantul mencapai 91 %, Kota Yogyakarta 97 %, Sleman 90 %, Gunungkidul 85 % dan Kulonprogo sekitar 80,35 %.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPJS Area Yogyakarta membawahi Kota Yogyakarta, Bantul dan Kulon Progo, Dwi Hesti Yuniarti.

BJPS secara nasional menargetkan per 1 Januari 2019 peserta BPJS mencapai 95 %. Target tersebut didasari semakin tingginya animo masyarakat untuk mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS yang saat ini telah mencapai 87 %. Dengan target tersebut artinya masyarakat di seluruh Indonesia khususnya DIY sudah tercover jaminan kesehatan dalam program BPJS.

Terkait hal itu, Hesti pun secara intensif terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat DIY, termasuk memberikan edukasi pentingnya menjadi peserta BPJS. Pihaknya juga menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi se-DIY agar selalu memberikan sosialisasi perihal pentingnya jaminan kesehatan bagi pekerja di perusahaan.

"Kalau ada badan usaha yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS, maka perusahaan ini akan kita dorong menjadi peserta BPJS," ujarnya.

Dikatakan, Gubernur DIY dalam surat edaran telah mengintruksikan agar seluruh badan usaha di wilayah DIY serta pengusaha untuk segera mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS. Kedepan akan diatur jika ada perusahaan tidak mematuhi instruksi tersebut akan diberi sanksi, misalnya tidak mendapatkan pelayanan publik berupa perizinan, dan tidak dapat ikut tender. 

Hesti menambahkan sebanyak tiga tindakan medis yang pembiayaannya tertinggi dibebankan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yakni Operasi Caesar (SC), diagnosa penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi.

"Berdasarkan data dari BPJS kasus SC merupakan jenis pembiayaan tertinggi dalam BPJS. Selain itu, pembiayaan tertinggi yang ditanggung BPJS diagnosa Diabetes Melitus dan Hipertensi," tandasnya.