Satu Keluarga Diduga Teroris Diamankan Densus, Warga Babadan Kaget
Peristiwa

Satu Keluarga Diduga Teroris Diamankan Densus, Warga Babadan Kaget

Banguntapan, (bantul.sorot.co)--Ketua RT 24 dan warga Padukuhan Babadan Plumbon, Desa Banguntapan, Kabupaten Bantul mengaku terkejut adanya kabar penangkapan S (34) bersama istri dan dua orang anaknya pada Rabu (11/07/2018) sekitar pukul 08.45 WIB.

S yang merupakan warga asli Tegal, Jawa Tengah tersebut tinggal di Padukuhan Babadan sejak sekitar 15 tahun silam. Keluarga tersebut menetap di RT 24 dan menjadi bagian warga Babadan setelah mengurus C1 dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada tahun 2005. Hingga saat ini S bersama keluarga masih tercatat sebagai warga Padukuhan Babadan.

"Saya dengar (S dan keluarganya) ditangkap dari media barusan, kaget juga. Dia masih tercatat penduduk sini (Babadan)," ujar Ketua RT 24 Padukuhan Babadan Desa Banguntapan, Heru Setiawan ditemui sorot.co di rumahnya, Rabu sore.

Heru didampingi Barno, mantan Ketua RT 24 saat S masih bermukim di Babadan mengungkapkan, S bersama istri berinisial SS (42) beserta dua putrinya AFR (19) dan K (6) pindah kontrakan ke wilayah Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Sleman sekitar 2015. 

S yang memiliki perawakan sedang dengan tubuh tinggi, tegap dengan wajah kearab-araban tersebut, sebelum pindah kontrakan sehari-harinya berdagang martabak. Ia setiap sore mangkal di Jalan Gendong kuning. Ia memutuskan pindah kontrakan lantaran pemilik kontrakan tidak mengizinkan lagi untuk diperpanjang.

"Pemilik sebenarnya sudah curiga dengan S, tadinya bergaul baik tapi tiba-tiba berubah drastis. Agak tertutup orangnya," tandas Heru.

Barno mengamini apa yang dikatakan Heru, berubahnya S mulai 2011. Sebelumnya ia berperilaku supel suka bergaul dengan masyarakat. Bahkan pada 2005 ia suka judi jenis togel. Namun sering waktu berjalan ia mungkin bertobat. Penampilannya religius dan taat beribadah.

"Dulu sebelum gencar dilarang dia judi kayak togel, tapi berubah drastis sekitar 2011 ke sini," timpal Barno.

Sejak S pindah kontrakan, kata Barno, sudah tidak pernah menyambangi Padukuhan Babadan. Terakhir pada puasa 2018, ia memiliki hajat aqiqah anaknya di Sleman. Warga Padukuhan Babadan dikirim nasi box beserta lauk pauk lengkap aqiqah anaknya.