Pilurdes Bantul Hangat, Hoax Mulai Tercium
Politik

Pilurdes Bantul Hangat, Hoax Mulai Tercium

Piyungan, (bantul.sorot.co)--Konstelasi politik di Indonesia baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah memanas menjelang pemilu 2019. Manuver bakal calon presiden maupun calon anggota legislatif pun bermunculan. Bahkan demi meraih hasrat kekuasaan, tak jarang oknum menghalalkan segala cara demi menjegal rivalnya.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi dalam kancah pilpres pilkada maupun pileg. Gelaran pilihan lurah desa (Pilurdes) pun tak luput dari hal-hal demikian. Adu strategi 'hitam' guna merebut simpati pemilih sering juga terjadi dalam pertarungan Pilurdes.

Kompetisi yang tidak menjunjung tinggi sportifitas tersebut berimbas pada si calon. Atas segala tindakan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut ia pun merasa dirugikan. Bukan saja membuat loyalis calon pemilih gusar, namun dari akibat berita hoax tanpa tabayun tersebut bisa berujung pada pertikaian.

Peristiwa tersebut dialami salah satu calon lurah Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan bernama Sri Rahayu. Perempuan 52 tahun warga Padukuhan Cepokojajar, Desa Sitimulyo yang merupakan mantan Carik Sitimulyo tersebut mendapatkan kabar tidak sedap terkait dirinya.

Sri Rahayu dituduh merugikan kandidat lain dengan melontarkan isu yang dianggap merugikan. Kendati tidak menyebut secara gamblang perihal perkara isu tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun hal itu bisa mempengaruhi elektabilitas dirinya.

Untuk menjaga agar suasana Pilurdes di Desa Sitimulyo aman dan kondusif, hal tersebut langsung ditepis Ketua Tim Sukses dari Sri Rahayu, Sugeng Widodo.

Sugeng mengatakan, masyarakat lebih mengenal sosok Sri Rahayu. Sugeng pun menyatakan jagonya mustahil melakukan hal-hal dianggap merugikan pihak lawan.

"Mustahil dari awal (Sri Rahayu) selalu kita kawal, tim selalu mendampingi. Ibaratnya pulang pergi kita pantau, kita merasa kaget sebab dimana pergi didampingi," ujar Sugeng Widodo, Rabu (11/07/2018).

Sementara itu, Sri Rahayu kepada wartawan mengakui jika dirinya kerap mendapatkan hoax yang tidak mengenakkan. Kabar angin tersebut diantaranya jika memilih Sri Rahayu, ia tidak bisa bekerja. Namun hal tersebut tidak membuatnya bergeming, ia pun akan tetap maju sebagai keterwakilan dari kaum perempuan. Hal tersebut terjadi, ia sadari sebagai bumbu dalam berdemokrasi. 

Sri berharap Pilurdes Desa Sitimulyo khususnya dan pada umumnya di Kabupaten Bantul berlangsung aman dan damai. Terkait isu berhembus yang menyerang siapapun, dia mengimbau agar dipastikan kebenarannya dengan cara klarifikasi terhadap yang bersangkutan sehingga tidak timbul fitnah. Sri pun berharap para calon menjunjung etika dan peraturan yang berlaku.