Gelapkan Sepeda Ontel Humber, Seorang Lansia Diborgol Polisi
Hukum & Kriminal

Gelapkan Sepeda Ontel Humber, Seorang Lansia Diborgol Polisi

Bantul, (bantul.sorot.co)--Unit Reskrim Polsek Bantul membekuk SMU (64) alias Bagong warga Padukuhan Bulu, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis. Lansia tersebut merupakan pelaku penipuan dan penggelapan sepeda onthel jenis humber. Karena ulahnya, korban bernama Sumiharjo (78) warga Padukuhan Pokoh, Desa Palbapang, Bantul mengalami kerugian mencapai Rp 4 juta.

Kapolsek Bantul, Kompol Paimun menjelaskan, kasus tersebut terjadi pada 29 Juni 2018 sekitar pukul 07. 50 WIB di depan Pasar Bantul. Korban berniat menjual sepeda kesayangannya itu seharga Rp 4 juta. Mengetahui korban hendak menjual sepeda kuno tersebut, pelaku pun mendatangi korban menyatakan jika ada rekannya yang ingin membeli sepedanya.

" Harga sudah disepakati (Rp 4 juta), korban dengan pelaku janjian bertemu pelaku di depan Pasar Bantul," ujarnya, Selasa (10/07/2018).

Usai keduanya bertemu, serah terima barang bukti dilakukan. Pelaku yang sudah memiliki niat jahat tersebut mengatakan kepada korban jika kediaman calon pembeli sepedanya berada di timur Pasar Bantul. Tanpa menaruh curiga sedikitpun, sepeda dibawa pelaku sementara korban diminta untuk menunggu di komplek Pasar Bantul. 

" Korban menunggu sampai pukul 13.00 WIB, tapi pelaku ini tidak kembali kembali. Merasa ditipu korban saat itu juga melaporkan ke mapolsek Bantul," tandasnya.

Dari laporan tersebut, jajarannya pun langsung melakukan penyelidikan. Tidak membutuhkan waktu lama, lansia penipu itu pun berhasil diketahui keberadaannya. Tepatnya pada Minggu (08/07) ia ditangkap di rumahnya. Sementara itu, barang bukti sepeda onthel telah dijual pelaku di wilayah Sayegan Sleman. Dari pengakuannya, sepeda onthel ditukar tambahkan dengan sepeda motor Pitung.

"Pengakuannya ditukar tambah motor Pitung, pelaku masih dapat tambahan uang Rp 900 ribu tapi habis, katanya untuk makan. Pelaku akan kita jerat pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman kurungan penjara paling lama 4 tahun," pungkas Paimun.