Kematian Tinggi Karena Jantung, Mahasiswa UMY Ciptakan Alat Diagnosa Jantung
Pendidikan

Kematian Tinggi Karena Jantung, Mahasiswa UMY Ciptakan Alat Diagnosa Jantung

Kasihan, (bantul.sorot.co)--Banyaknya kematian karena penyakit jantung, membuat Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menciptakan sebuah alat untuk mendiagnosa kesehatan jantung. Alat deteksi jantung portabel tersebut memadukan ekectrocardiograp (ECG) dan phonocardiograp (PCG).

Karya kelompok PKM-KC yang beranggotakan Dede Widiyanto, Ida Listiani mahasiswa Teknik Elektronik Medik 2015 dan Fahmy Abdul Haq mahasiswa pendidikan dokter 2014 tersebut diharapkan membantu program pemerintah dalam hal pemerataan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Sehingga bisa menjadi solusi petugas medis yang bekerja di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

"Karena umumnya fasilitas kesehatan di wilayah tersebut masih kurang sehingga diharapkan alat ini dapat membantu mobilitas dari petugas medis dalam beraktivitas," ujar Ketua PKM-PC Dede Widiyanto, Sabtu (07/06/2018).

Dede menjelaskan, alat tersebut bekerja dengan mengintegrasikan ECG dan PCG. ECG bekerja dengan cara mendiagnosa aktivitas elektrik organ jantung. Sedangkan, PCG bergiat melalui stetoskop elektronik yang bekerja dengan cara mendengarkan bunyi akibat getaran aktivitas jantung dan gangguan pada aliran darah dalam jantung. 

Dede mengatakan, alat tersebut bekerja secara terpisah dan belum terintegrasi sehingga diagnosa yang dihasilkan kurang lengkap. Mendasar hal tersebut, kemudian muncul gagasan untuk mengintegrasikan kedua alat untuk mendeteksi jantung dengan Electrophonocardigraph Berbasis Rapsberry (Ephon CBR).

" Electrophonocardigraph Berbasis Rapsberry merupakan inovasi yang kami tujukan sebagai solusi yang mempermudah proses pemeriksaan kondisi jantung,” ungkap dia.

Dilanjutkannya, alat ini mampu merekam aktivitas bio elektrik jantung dan juga bunyi jantung sekaligus yang dilakukan secara real time. Alat ini juga memiliki fitur untuk menyimpan data hasil diagnosa sebagai analisa lebih lanjut nantinya.

Adapun terciptanya alat tersebut lantaran kelompok PKM-PC UMY prihatin dengan gangguan kesehatan manusia khususnya penyakit Cardiovascular disease atau penyakit jantung. Data World Health Organization (WHO) 2012 menyebutkan, 17,5 juta atau 31 persen dari 56,5 juta kematian orang meninggal dunia dikarenakan penyakit jantung.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI 2017, penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua usia. Untuk mengantisipasi dan upaya pencegahan penyakit jantung, secara berkala untuk melakukan pemeriksaan dengan diagnosa ECG dan PCG.