Ledakan Keras di Depan Karaoke, Warga Parangkusumo Ngaku Masih Ketakutan
Peristiwa

Ledakan Keras di Depan Karaoke, Warga Parangkusumo Ngaku Masih Ketakutan

Kretek,(bantul.sorot.co)--Bunyi ledakan keras disertai kepulan asap membumbung pada Selasa (05/06) sekitar pukul 22.00 WIB membuat penghuni rumah di kawasan hiburan malam di Parangkusumo, Desa Parangtritis mendadak geger. Mereka berhamburan keluar rumah untuk memastikan sumber suara yang berasal dari depan salah satu karaoke di ujung barat Jalan Parangkusumo tersebut.

Diduga teror ledakan tersebut sengaja dibuat oleh puluhan orang yang mengaku dari salah satu organisasi masyarakat (Ormas) ternama.

Pasca ledakan tersebut puluhan orang yang mengendarai sekitar 8 sepeda motor berteriak-teriak agar kawasan hiburan karaoke di wilayah setempat tutup. Mereka mengaku melakukan sweeping guna memastikan selama Ramadhan tidak ada aktivitas di kawasan yang terkenal dengan praktek bisnis prostitusi terselubung.

"Suara ledakan keras, membuat warga keluar semuanya. Setelah ledakan itu situasi gaduh, rombongan laki-laki berciri-ciri memakai baju serba putih, berpeci dan beberapa diantaranya memakai sebo (penutup wajah) teriak-teriak. Intinya mereka menuntut tidak boleh ada aktivitas hiburan malam di Parangkusumo selama puasa," ujar Nanik, salah satu penghuni di Kawasan Parangkusumo, Jumat (08/06/2018).

Rombongan yang membawa atribut bendera warna putih tersebut bubar setelah dari perwakilan warga Parangkusumo menjelaskan jika tidak ada aktivitas hiburan malam yang buka selama Ramadhan. 

"Saat dialog mereka sangat sopan kok, minta tidak ada hiburan malam yang buka. Dan memang tidak ada aktivitas malam itu semua sudah tutup," kata perempuan paruh baya yang sudah tinggal puluhan tahun di kawasan tersebut.

Lebih lanjut Nanik membeberkan, adanya peristiwa tersebut. Jalan di sepanjang kawasan hiburan tersebut sempat ditutup aparat kepolisian dari Polres Bantul dan Polsek Kretek. Kata Nanik, aparat melakukan olah tempat kejadian perkara mencari barang bukti sisa bunyi ledakan yang sempat membuat kepanikan warga tersebut.

Nanik yang ditemani rekannya saat menerima sorot.co mengaku ketakutan dan masih trauma adanya peristiwa tersebut. Perkara tersebut baru satu kali ini terjadi di kawasan Parangkusumo. Dirinya berharap kepada oknum yang mengaku ormas lebih mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah ketimbang dengan teror.

"Masih takut, baru kali ini di Parangkusumo ada kejadian seperti itu. Kalau ada masalah ya kita selesaikan dengan cara baik-baik saja," tandasnya.