Antusiasme Padusan Turun Drastis, Pantai Parangtritis Sepi
Budaya

Antusiasme Padusan Turun Drastis, Pantai Parangtritis Sepi

Kretek,(bantul.sorot.co)--Ratusan orang merayakan tradisi padusan menjelang puasa Ramadhan 1439 di Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Rabu (16/05/2018) petang. Namun tradisi padusan tahun ini tidak semeriah tahun lalu. Dari pantauan sorot.co aktivitas warga untuk padusan di Pantai Parangtritis justru nampak lengang.

Kondisi sepi tersebut diamini oleh Komandan Sar Parangtritis, Ali Sutanto. Ia mengatakan, puncak kunjungan warga ke Pantai Parangtritis jika memasuki tradisi padusan, biasanya terjadi pada pukul 16.00 WIB. Namun hingga jam tersebut, situasi di pantai yang terletak di perbatasan Desa Girijati, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul tersebut tidak begitu ramai.

Masih ramai tahun lalu, ini sepi. Jam segini (pukul 15.30 WIB) harusnya puncaknya padusan, ujarnya, saat ditemui sorot.co di Pos Sar Parangtritis.

Salah seorang pengemudi jasa Bendi, Gono, mengatakan hal yang sama. Padusan atau mandi besar guna membersihkan segala kotoran jiwa dan raga dalam menyambut bulan puasa tidak seramai tahun 2017. Dari pengalaman Gono mengais rezeki di pinggir Pantai Parangtritis bertahun-tahun, jumlah kunjungan masyarakat biasanya mencapai ribuan. 

Walah, kalau kemarin ramai. Ini tidak ada apa-apanya. Saya juga tidak tahu tahun ini kenapa antusiasme padusan di Parangtritis turun drastis,” ujarnya.

Sementara itu, Novi warga Salakan, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan mengatakan, ia datang bersama suami dan seorang anaknya untuk liburan. Namun lebih dari itu, padusan menurut Novi, merupakan tradisi turun temurun.

Padusan itu baik, untuk bersuci dari segala kotoran dalam menghadapi puasa,” ujar dia.